Cegah Investasi Ilegal, OJK Bentuk Satgas Waspada Investasi ProvinsiJatim

OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa timur, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur serta dan jajaran SKPD melaksanakan pengukuhan Tim Kerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Timur 

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa timur, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur serta dan jajaran SKPD melaksanakan pengukuhan Tim Kerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Timur dalam rangka meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, khususnya di Provinsi Jawa timur, di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (6/10/2016).

Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur, Sukamto mengatakan, pembentukan Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Timur merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman oleh OJK dengan kementerian dan lembaga seperti Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tanggal 21 Juni 2016.

"Kerjasama ini ditujukan untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktek investasi ilegal yang cukup meresahkan masyarakat, melalui upaya preventif, kuratif dan represif," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menambahkan, kehadiran Tim Kerja Satgas Waspada Investasi, khususnya di Provinsi Jawa Timur, dilatarbelakangi masih seringnya masyarakat menerima penawaran investasi dari pihak-pihak yang tidak memiliki perizinan dalam pengelolaan investasi dan penghimpunan dana masyarakat.

"Masyarakat ditawarkan investasi dengan janji keuntungan yang sangat tinggi di luar batas kewajaran, melibatkan tokoh agama dan masyarakat untuk mempermudah mendapatkan keyakinan konsumen, dan menampilkan konsumen awal yang dianggap telah sukses berinvestasi," lanjutnya.

Sampai dengan Oktober 2016 di Jawa Timur, terdapat 13 permintaan informasi dan/atau pertanyaan terhadap legalitas penawaran investasi ilegal. Dari sejumlah itu terdapat 7 tawaran investasi yang berkaitan dengan keuangan (antara lain MTN, forex, investasi haji dan umroh) sementara sisanya sebanyak 6 tawaran berupa investasi di bidang tanaman, komoditas, perkebunan hingga surat pelunasan hutang bank yang dikeluarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Pada tanggal 18 Agustus 2016, OJK telah meluncurkan Investor Alert Portal (IAP) atau portal website berisi perusahaan investasi keuangan yang tidak terdaftar di OJK sebagai respon atas pertanyaan dari masyarakat terhadap legalitas entitas yang menawarkan investasi melalui website edukasi keuangan OJK di http://sikapiuangmu.ojk.go.id Selain itu, OJK juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait penawaran investasi yang mencurigakan melalui telepon 1-500-655, konsumen@ojk.go.id, atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Dengan dibentuknya Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Provinsi Jawa Timur, maka koordinasi antar regulator, instansi pengawas, instansi penegak hukum dan Pihak lain yang terkait dalam hal penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi diharapkan semakin mudah dan lebih efektif. (dri)
Labels: Ekonomi, investasi ilegal, provinsi Jatim, satgas

Thanks for readingCegah Investasi Ilegal, OJK Bentuk Satgas Waspada Investasi ProvinsiJatim. Please share...!

Back To Top