Naik 200%, KUR Bank Mandiri Perbesar Agro Industri di Jatim

(Ki-Ka) Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan I OJK Wilayah IV Jatim-Triyoga Laksito, Kasi Pembiayaan Jasa Keuangan Dinkop dan UMKM Jatim-Sutarto, Micro Banking Head Regional VIII Bank Mandiri-Puntuh Wijaya

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Tahun 2017, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudah ancang-ancang akan memperluas penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) ketiga sektor pengolahan industri (agro industri) yakni sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Kebijakan ini sebagai strategi mencapai target penyaluran KUR yang terus meningkat, mengingat tahun ini penyaluran kredit naik cukup tajam. Ini sungguh luar biasa. Karena kucuran dan KUR dan debiturnya sama-sama naik hampir dua kali lipat,” kata Micro Banking Head Regional VIII Bank Mandiri Puntuh Wijaya dalam diskusi “Strategi penyaluran KUR di Jatim yang tepat sasaran”, yang digelar Forum Diskusi Jurnalis Surabaya, di AMG Tower, Selasa (25/10/2016).

Sepanjang tahun 2015, total nilai KUR yang disalurkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya Rp 495 miliar untuk 10.801 debitur. Sementara itu hingga bulan Oktober 2016, nilai KUR yang disalurkan mencapai Rp 1,3 – 1,4 triliun untuk lebih dari 29.180 debitur.

“Naiknya penyaluran dana KUR tersebut mendongkrak kontribusi Jatim secara nasional. Dari total dana yang disalurkan Bank Mandiri di Indonesia sebesar Rp 7,2 triliun, kontribusi Jatim mencapai 15,2 persen,” katanya.

Di satu sisi, lanjut Puntuh penyaluran kredit di sektor perdagangan dan jasa selama ini sangat mendominasi kredit usaha yang diberikan Bank Mandiri kepada nasabah yakni mencapai 80%. Oleh karenanya Bank Mandiri berencana memperbesar sektor non perdagangan yakni sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Ekonomi perdagangan di Jatim ini paling banyak, maka pada 2017 kami ingin genjot 3 sektor tersebut (perikanan, peternakan, pertanian) dengan menggandeng industri pengolahan ikan Kelola Mina Laut (KML), industri gula seperti PTPN X dan RNI, dan rencananya akan gandeng Wonokoyo untuk peternakan,” paparnya.

Adapun untuk sektor pertanian seperti halnya komoditas padi dan jagung, kata Putuh, Bank Mandiri sedang mencari cara kredit usaha tersebut dapat meningkat dengan mempertimbangkan manajemen risiko.

“Kalau untuk perikanan kan sekarang sudah jelas, industrinya akan siap membeli hasil tangkapan nelayan, begitu juga industri gula akan siap membeli tebu petani, ” imbuhnya.

Adapun tahun ini Bank Mandiri wilayah Jawa Timur menargetkan KUR sebesar Rp1,7 triliun. Hingga Oktober ini sudah terealisasi Rp1,4 triliun di mana 80% merupakan sektor perdagangan, 11% jasa, sedangkan perikanan dan pertanian sekitar kurang dari 2%.

Untuk nonperforming loan (NPL) KUR yang terlihat adalah sektor perdagangan yang terus mengalami penurunan yakni pada 2014 mencapai 3%, pada 2015 turun menjadi 2% an dan tahun ini menjadi 1,2%.

“NPL tertinggi kami terjadi pada 2013, penyebabnya banyak seperti melambatnya perekonomian, konsumsi masyarakat melemah, debitur mikro tidak bisa memisahkan keuangan sehingga dipakai untuk keperluan pribadi, ada kebutuhan mendesak misal biaya sekolah atau orang tua sakit bahkan uang pinjaman dibagi dengan pihak lain jadi angsurannya tidak lancar, ” jelas Puntuh yang telah 11 tahun menggeluti kredit untuk usaha mikro yang disalurkan Bank Mandiri ini.

Puntuh menambahkan Bank Mandiri juga berencana menyalurkan kredit untuk pengusaha kecil dengan melibatkan organisasi seperti Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi). (dri)
Labels: #bank mandiri, #Jatim, Agro Industri, Ekonomi, KUR

Thanks for readingNaik 200%, KUR Bank Mandiri Perbesar Agro Industri di Jatim. Please share...!

Back To Top