SAP Social Sabbatical Berfokus Mendorong Masa Depan yang Berkelanjutan Bagi Perusahaan Indonesia

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- SAP SE (NYSE: SAP) hari ini, Jumat (5/5/2017) mengumumkan bahwa 10 karyawan SAP dari beberapa negara di Asia Tenggara telah menyelesaikan penugasan selama 2 minggu, di mana mereka bekerja dengan empat organisasi yang berbasis di Indonesia sebagai bagian dari program SAP Social Sabbatical. Selama periode ini, karyawan SAP berperan sebagai konsultan untuk membantu dua perusahaan sosial dan dua perusahaan nirlaba memecahkan tantangan operasional dan mengajukan solusi yang memungkinkan mereka mempertahankan tujuan mereka dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial.

Penugasan jangka pendek ini merupakan bagian dari SAP Social Sabbatical, sebuah program unik bagi karyawan berbakat SAP untuk menyumbang waktu dan keahlian mereka untuk membantu memberdayakan organisasi yang bergerak di sektor pendidikan atau kewiraswastaan di negara-negara berkembang, termasuk memberikan bantuandalam memperkuat kompetensi kepemimpinan mereka, strategi industri lintas sektor dan sensitivitas antar budaya.

10 karyawan SAP tersebut memanfaatkan keahlian mereka di bidang-bidang seperti strategi, pemasaran, TI, SDM, keuangan, dan konsultasi untuk membantu keempat organisasi memahami tujuan bisnis dan tantangan operasional yang mereka hadapi untuk mencapainya. Di akhir program, para karyawan menyampaikan sebuah rencana bisnis kepada setiap organisasi untuk memecahkan masalah bisnis yang mendesak dan menetapkannya untuk pertumbuhan yang berkelanjutan sementara keempat organisasi tersebut melanjutkan usaha mereka untuk membawa dampak positif bagi masyarakat lokal di Indonesia.

Inisiatif ini juga merupakan bagian dari kerjasama SAP dengan ASEAN Foundation yang bertujuan untuk membangun kapasitas perusahaan sosial yang inovatif di Asia Tenggara. Selain menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan program ini, ASEAN Foundation juga akan mendokumentasikan dan membagikan hasilnya bersama dengan Sekretariat ASEAN serta badan sektoral yang relevan di ASEAN seperti Pertemuan Pejabat Tinggi untuk Pemuda (Senior Officials Meeting on Youth – SOMY) dan Pertemuan Pejabat Tinggi dalam Pembangunan Pedesaan dan Pemberantasan Kemiskinan (Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication – SOMRDPE), yang mencakup kewirausahaan sosial dalam rencana kerja mereka saat ini. Tujuan utama dari kegiatan sharing ini adalah untuk lebih mempromosikan kewirausahaan sosial di ASEAN melalui dokumentasi model bisnis yang mendukung.

Menjembati kesenjangan pendidikan

Di antara keempat organisasi yang terpilih untuk program SAP Social Sabbatical di Indonesia tahun ini adalah Mien R.  Foundation (MRUF), sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pelatihan dan pengembangan kaum muda melalui pendidikan kewirausahaan. Organisasi ini terutama didanai dan didukung oleh keluarga Uno dan beberapa yayasan lainnya dari semenjak berdirinya. Selain dari penyandang dananya utamanya, selama 3 tahun terakhir ini, MRUF belum membuat kemajuan terhadap diversifikasi sumber pendanaannya.

Sebagai bagian dari lingkup proyek tersebut, dua karyawan SAP berperan sebagai konsultan independen untuk MRUF di mana mereka membantu organisasi tersebut mengidentifikasi sumber untuk mengakses dana dan menyediakan perencanaan atas tahap-tahap yang harus dilakukan. Dengan strategi penggalangan dana yang terstruktur, MRUF akan dapat memastikan keberlanjutan program Beasiswa dan Pelatihan bagi Kaum Muda (Scholarship and Training Program for Young Enterpreneurs – ENVOY) dan membantu lebih banyak lagi wiraswasta muda Indonesia.

Organisasi lain yang terpilih adalah Prestasi Junior Indonesia, cabang nasional Junior Achievement Worldwide yang berbasis di Boston, AS. Organisasi ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan jangka panjang masyarakat Indonesia melalui pengenalan inisiatif pembelajaran eksperimental yang inovatif di berbagai institusi pendidikan dari tingkat SD sampai pasca sekolah menengah. Bantuan yang diberikan mencakup pendidikan kewirausahaan, melek finansial dan program kesiapan kerja.

Dengan dukungan tiga karyawan SAP, Prestasi Junior Indonesia berhasil mendapatkan gambaran umum dari database dari semua mitra media potensial dan alat untuk menerapkan liputan media sosial atas kegiatan dan pencapaian yang didapat oleh organisasi. Pengembangan strategi pemasaran dan media sosial akan membantu Prestasi dalam upaya pelaporannya kepada para pemangku kepentingan dan menciptakan keseluruhan keberlanjutan jangka panjang di seluruh organisasi.

Membantu agen tur lokal dan petani menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar

Selain kedua organisasi di atas, SAP juga bekerja sama dengan  PT Campa Pusaka Nusantara, yang juga dikenal sebagai "Campa.” Mengkhususkan diri dalam wisata sejarah dan budaya, Campa adalah perusahaan tur Indonesia yang bermitra dengan operator dan para penyedia layanan lokal untuk memberikan tur berkualitas tinggi bagi individu dan kelompok. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak nyata dan meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat.

Mengkhususkan diri dalam wisata sejarah dan budaya, Campa adalah perusahaan tur Indonesia yang bermitra dengan operator dan para penyedia layanan lokal untuk memberikan tur berkualitas tinggi bagi individu dan kelompok. Tujuannya adalah untuk memberikan dampak nyata dan meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat.

Dalam menghadapi persaingan yang tinggi di dalam pasar domestik, Campa membutuhkan pengembangan usaha untuk memperluas target pasarnya di luar Indonesia hingga pada akhirnya menumbuhkan bisnisnya dan mendukung lebih banyak komunitas. Melalui dukungan dua karyawan SAP, Campa berhasil menyusun strategi yang lebih efektif dalam mempenetrasi pasar dan peta implementasi dalam memperluas bisnis mereka.

Organisasi terakhir yang dipilih untuk proyek ini adalah Javara Indigenous Indonesia, sebuah organisasi mandiri yang bekerja di seluruh rantai nilai pertanian, mulai dari produksi hingga distribusi, untuk mempertahankan keanekaragaman hayati dan membawa produk organik yang berbasis di dalam masyarakat ke pasar yang lebih luas. Menghadapi tingkat layanan yang kurang berprestasi karena keterlambatan dalam pengiriman dan order pembelian yang tidak dijalankan secara maksimal, tiga karyawan SAP membantu merampingkan dan menyarankan peta proses organisasi. Melalui program ini, Javara mampu mengidentifikasi titik-titik kelemahannya dan mengusulkan saran untuk memperbaiki sistem ERP mereka serta proses rantai pasokan yang saat ini dimiliki.

"Mengingat bahwa Indonesia adalah penghasil utama di seluruh dunia dari berbagai produk pertanian tropis, sangat penting bagi industri ini untuk memperbaiki rantai pasokan atau proses produksinya dengan efisiensi dan kehandalan. Bekerja dengan 50.000 petani di seluruh Indonesia yang menjual lebih dari 600 produk rakyat, Javara telah berhasil menumbuhkan ekspornya ke lebih dari 18 negara di empat benua. Saya harap kegiatan mentoring ini memberi mereka batu loncatan untuk meningkatkan kapasitas rantai pasokan mereka, menyingkat siklus proses dan meningkatkan kualitas layanan pelanggan mereka," kata Roy Wakim, VP of Channels, Director for Business One (SME),SAP Southeast Asia.

"SAP memiliki komitmen untuk membantu dunia berjalan lebih baik dan memperbaiki kehidupan masyarakat dengan melakukan investasi sosial strategis yang memiliki dampak abadi dan berkelanjutan terhadap masyarakat. Menggerakkan bakat kami dalam kegiatan relawan berbasis keterampilan melalui program Social Sabbatical merupakan bagian penting dari strategi investasi sosial SAP untuk mendukung wirausahawan baru. Kami bangga bahwa organisasi yang telah kami ajak berkolaborasi dalam program ini mendapatkan manfaat dari pengetahuan dan wawasan para karyawan kami dan kami berharap dapat melihat organisasi-organisasi ini unggul dalam bidang usaha mereka masing-masing sementara mereka terus berupaya mendorong kemajuan sosial yang berkelanjutan,"kata Megawaty Khie, Vice President dan Managing Director SAP Indonesia.

Megawaty menambahkan, "Melalui program SAP Social Sabbatical, tujuan kami adalah untuk membantu organisasi dan perusahaan pemula membuka potensi mereka, menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar pada masyarakat setempat dan menjadi mesin kunci pertumbuhan bangsa. Inimerupakan bagian penting dari strategi investasi sosial kami, terutama seiring dengan usaha kami dalam mengidentifikasi ASEAN sebagai wilayah kunci pertumbuhan. Memberikan kembali kepada masyarakat untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan adalah bagian dari fokus kami di SAP, di Indonesia dan seluruh dunia.Kami berkeyakinan penuh pada potensi besar Indonesia, dan kami merasa terhormat mengetahui bahwa kami semuadi SAP dapat membantu mewujudkan seluruh potensi yang dimiliki Indonesia."

"Asia Tenggara menjadi tuan rumah sejumlah perusahaan sosial yang berpotensi. Ada kisah inspiratif tentang bagaimana usaha sosial ini mampu mengembangkan solusi ekonomi dan sosial yang efektif bagi masyarakat mereka, baik dalam konteks lokal maupun regional. Program Social Sabbatical Regional SAP merupakan sebuah inisiatif besar untuk berkontribusi membantu usaha sosial menjadi lebih mandiri, karena wirausahawan sosial adalah katalisator yang berdampak untuk mewujudkan perubahan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terbuka, dinamis, dan tangguh. Saya berharap hal ini akan mengilhami inisiatif serupa dari sektor swasta untuk memanfaatkan kemampuan mereka untuk mengembangkan sistem eko kewirausahaan sosial menuju Komunitas ASEAN yang lebih berkelanjutan," kata Elaine Tan, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation. (red/dri)
Labels: berkelanjutan, IPTEK, masa depan, SAP Social Sabbatical

Thanks for reading SAP Social Sabbatical Berfokus Mendorong Masa Depan yang Berkelanjutan Bagi Perusahaan Indonesia. Please share...!

Back To Top