Waspada, Modus Penipuan Pencairan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan

(Berdiri) Abdul Cholik, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur pada acara Gathering bersama media 

PANDAAN (IndonesiaTerkini.com)- Mudahnya layanan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) diharapkan peserta semakin mudah dan cepat dalam pengajuan klaim, namun dibalik kemudahan ini selalu ada pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan untuk mengeruk keuntungan pribadi, yaitu oknum calo yang berkeliaran dengan mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan.

Abdul Cholik, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur pada acara Gathering bersama media mengatakan, program JHT merupakan salah satu dari 4 (empat) program BPJS Ketenagakerjaan berupa dana tabungan hari tua yang terdiri dari akumulasi iuran pekerja dan perusahaan ditambah hasil pengembangan dari BPJS Ketenagakerjaan yang dapat dicairkan setelah peserta memasuki masa pensiun atau sudah tidak bekerja lagi.

“Para pekerja yang sudah memenuhi kriteria dapat mencairkan dana JHT dengan memanfaatkan berbagai layanan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan, peserta dapat mencairkan JHT langsung di Kantor Cabang  dan Kantor Cabang Perintis diseluruh Indonesia, atau melalui Service Point Office (SPO) di Bank –bank kerjasama, dapat juga melalui layanan e-Klaim atau layanan klaim online yang diakses melalui web www.bpjsketenagakerjaan.go.id," imbuhnya.

Berdasarkan data, untuk kepesertaan Program BPJS Ketenagakerjaan masih banyak perusahaan yang kurang patuh terhadap aturan perundangan yang berlaku. Di Jawa Timur sendiri ada 114 perusahaan yang belum mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya dengan potensi tenaga kerja sebanyak 24.938. Ada 737 perusahaan kategori menengah dan besar yang belum ikut program Jaminan Pensiun, 137 perusahaan yang melaporkan upah dibawah UMK.

Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur sampai dengan bulan Mei 2017 telah membayarkan Klaim JHT sebanyak 88.797 kasus sebesar Rp.835,7M, Jaminan Kematian 1.275 kasus sebesar Rp.35.5M, Jaminan Kecelakaan Kerja 9.534 kasus sebesar Rp.55.6M dan Jaminan Pensiun sebanyak 3.361 kasus sebesar Rp.2.9M.

Untuk Kepesertaan sampai dengan bulan Mei 2017 jumlah tenaga kerja aktif sebanyak 2.45juta, sektor penerima upah 1.49juta, sektor BPU 87ribu dan sektor jasa konstruksi 863ribu.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan juga dimanjakan pula dengan adanya Co-Marketing berupa potongan harga dari total 123 perusahaan yang telah kerjasama baik dari Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Showroom, Service Kendaraan, Klinik Kecantikan, Taman Rekreasi, Butik, dll yang semua manfaat itu bisa dinikmati oleh peserta apabila menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan transaksi.

Saat ini peserta juga bisa menikmati Manfaat Layanan Tambahan berupa Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja.  Fasilitas pembiayaan program MLT ini mencakup demand site dan supply side dalam industry perumahan dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Bank Pemerintah. Demand site yaitu memenuhi kebutuhan pembiayaan perumahan dengan bunga ringan bagi peserta dan supply side berbentuk pembiayaan yang kompetitif untuk developer atau pengembang perumahan. Jenis Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja tersebut berupa Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja/Kredit Konstruksi (FPPP/KK), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP), dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). (dri)
Labels: #BPJS ketenagakerjaan, Calo, Jaminan Hari Tua, Kesehatan, Penipuan

Thanks for readingWaspada, Modus Penipuan Pencairan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan. Please share...!

Back To Top