Go-jek dan Mitra Driver Gelar Donor Darah di 29 Kota di Indonesia

(Kiri) Kabid BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, Wahyu Nurhayati saat hadir di kegiatan donor darah di markas Gojek Surabaya, Senin (14/8/2017)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Go-jek, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terdepan Indonesia bersama mitra drive dari berbagai wilayah di indonesia menggelar donor darah massal. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut ulang tahun Republik indonesia yang ke 72. Donor darah massal ini dilakukan di 29 kota di seluruh indonesia, dari Sumatera hingga Sulawesi, mulai dari 10-25 Agustus 2017.

Monica Oudang, Chief of Human Resource Go-jek mengatakan inisiatif ini berasal dari mitra drive yang kemudian disambut oleh Go-jek. "Tahun lalu, mitra-mitra dan driver kami punya ide untuk melakukan aksi donor darah sebagai bentuk aksi berbagi untuk masyerakat Indonesia dalam rangka kemerdekaan. Ide ini kami sambut baik dan fasilitasi dengan menggelar donor darah di kawasan Jabodetabek, dan tahun ini kami perluas ke 29 kota di Indonesia,’ kata Monica.

Go-jek sebagai perusahaan yang punya misi untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat, sambung Monica, selalu manyambut baik inisiatif-inisiatif yang memberikan dampak positif kepada masyarakat, seperti donor darah. Apalagi, Go-jek dan mitra driver menyadari bahwa setetes darah sangat panting bagi mereka yang membutuhkan.

"Kita sering melihat di sosial media ada masyarakat yang memposting, mereka membutuhkan darah sementara stok di Palang Merah Indonesia belum ada. Oleh karena itu, kegiatan ini kami gelar untuk membantu mereka yang membutuhkan darah. Melalui kegiatan ini mitra-mitra kami ingin berbagi kepada masyarakat Indonesia dan ini juga merupakan bentuk sumbangsih yang  mencerminkan semangat kebersaman dalam perayaan kemerdekaan," ujarnya.

IMG_20170814_110850-648x486-324x243
Peserta Donor Darah

Kegiatan donor darah massal tersebut akan diikuti sekitar 75-100 mitra driver di tiap kota. Dimana sebelum melakukan donor darah, tiap mitra driver akan dicek tekanan darah dan golongan darahnya. Bila tidak ada masalah kesehatan akan dilanjutkan dengan donor darah. Monica berharap kegiatan donor darah massal ini menginsiprasi lebih banyak masyarakat indonesia menyumbangkan darahnya.

Go-jek Hadir untuk Memperdayakan Sektor Informal

Lebih lanjut, Monica memaparkan, Go-jek hadir di Indonesia dan di kota Surabaya dengan niat baik memberdayakan sektor informal. "Kami tidak hanya berfokus membantu tukang ojek meningkatkan pendapatannya, tetapi juga pekerja sektor informal lainnya. Dengan bergabung bersama Go-jek para pekerja sektor informal tersebut bisa mndapatkan akses langsung kepada para pelanggan melalui teknologi. Di sisi lain, para pelanggan bisa mendapatkan berbagai solusi untuk mempermudah kehidupan sehari hari," imbuhnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Universitas Indonesia ditemukan bahwa 77% mitra GO-RIDE dan 85% mitra GO-CAR menerima pendapatan lebih dari upah minimum nasional. Rata-rata upah minimum nasional adalah Rp 1,997, 819. Selain itu, mitra juga merasa kualitas hidup mereka meningkat sejak bersama bergabung bersama Go-jek. Dimana 83% mitra GO-RIDE dan 80% mitra GO-CAR merasa kualitas hidup mereka meningkat. khususnya dari segi ekonomi dan jam kerja yang fleksibel sehingga punya lebih banyak waktu untuk bagi keluarga.

Di kota Surabaya, Go-jek yang telah hadir sejak 2015, menawarkan 14 layanan yam meliputi (GO-RIDE, GO-CAR, GO-SEND, GO-PULSA, GO-MART, GO-TIX, GO-BOX, GO-MASSAGE, GO-CLEAN, GO-GLAM, GO-AUTO, GO-MED, GO-SHOP), GO-PAY, dan GO-POINTS yang merupakan program royalti bagi pengguna GO-PAY. Selain para pekerja informal, Go-jek juga membantu pengusaha kuliner di Surabaya untuk memperluas pasarnya.

"Saat ini sudah ada ribuan pengusaha kuliner yang bergabung menjadi merchant GO-FOOD, dimana sekitar 80% adalah pengusaha UKM kuliner dan yang berbisnis dari rumah. Selain itu. pengusaha retail juga bisa bergabung menjadi merchant GO-MART. Dengan bergabung bersama kami, para pengusaha tersebut bisa memperluas pasar tanpa perlu menyediakan armada pesan antar," ungkapnya.

Auto Debet Mudahkan Go-jek Membayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Khusus di Surabaya, kegiatan donor darah yang digelar oleh Go-jek ini telah mendapat dukungan moril dari BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, mitra kerjasamanya dalam hal perlindungan jaminan sosial.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, Wahyu Nurhayati, selama ini pihaknya telah bekerjasama dengan Go-jek Surabaya dalam hal perlindungan jaminan sosial bagi para pengemudi Go-jek. Dari kisaran 15.000 pengemudi Gojek Surabaya, 5.384 diantaranya telah jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak.

Kepesertaan Driver Go-jek Surabaya tersebut merupakan sektor bukan penerima upah (BPU). Mereka umumnya mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), disamping ada yang menambah program Jaminan Hari Tua (JHT).

Dengan dua program wajib itu, yang iurannya cuma Rp16.800,-/ bulan, driver Gojek telah terlindungi JKK dan JKM. Jelasnya, bila mereka mengalami kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan medis ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Dan bila mereka meninggal dunia, keluarganya mendapat santunan puluhan juta rupiah serta biaya pendidikan anak.

Diungkapkan Ayu, panggilan akrab Wahyu Nurhayati, dari driver Go-jek yang masih banyak yang belum terlindungi jaminan sosial ini pihaknya mengakuisisi 500 peserta per bulan. Dirinya menambahkan, banyaknya driver Go-jek yang belum terlindungi jaminan sosial ini, salah satunya kesulitan dalam membayar iuran itu sendiri.

Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak kini memiliki terobosan baru dalam hal kemudahan pembayaran iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), khususnya bagi driver transportasi online Go-jek.

Dimana sebelumnya pembayaran iuran dilakukan melalui Indomart, Alfamart atau ATM bank. Kini peserta cukup membayar iuran dengan sistem Auto Debet.

Ayu mengatakan, kemudahan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem Auto Debet ini, peserta tidak perlu lagi memikirkan kapan harus membayar, sudah mambayar apa belum ?.

“Karena secara sistem, bank sudah memotong saldo setiap awal bulan, yang pasti peserta harus punya saldo cukup untuk mambayar. Untuk sistem Auto Debet ini cocok banget bagi peserta yang super sibuk, seperti transportasi online Go-jek," imbuhnya.

Sedangkan mekanismenya lanjut Ayu, peserta cukup mendatangi bank tempat peserta menabung. “Selanjutnya temui Customer Service, dan bilang akan melakukan setting Auto Debet untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Potensi kepesertaan Driver Go-jek ini, diharap mampu menyokong kepesertaan sektor BPU BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, yang tahun ini ditarget mendapat tambahan 7.000 peserta, dan baru tercapai 6.200 peserta hingga Agustus ini.

"Sedangkan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak dari sektor penerima upah (PU) tercatat sekitar 6.900 tenaga kerja aktif dengan 1.900 perusahaan. Ditargetkan tahun ini bisa menambah 564 perusahaan, tapi baru tercapai 384 perusahaan," tutupnya. (dri)
Labels: #go-jek, donor darah, Kesehatan

Thanks for reading Go-jek dan Mitra Driver Gelar Donor Darah di 29 Kota di Indonesia. Please share...!

Back To Top