BPH Migas Klaim Distribusi dan Persediaan BBM Aman


Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar (ketiga dari kiri) saat konferensi pers Posko Nasional ESDM di Kantor BPH Migas, Jakarta, (8/1/2018)

JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- BPH Migas selaku koordinator Posko Nasional ESDM mengumumkan kondisi penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode Natal dan tahun baru 2018 berlangsung normal.

BPH Migas tidak hanya mengkoordinasikan terkait penyediaan dan pendistribusian BBM saja, tetapi juga mengkoordinasikan seluruh sektor ESDM lainnya yaitu kelistrikan, LPG, BBG, objek vital sektor migas termasuk juga pemantauan potensi bencana (geologi).

Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, mengungkapkan, kondisi penyediaan distribusi BBM secara nasional berlangsung normal, baik dari sisi penyediaan dan distribusi selama Natal dan tahun baru tidak ada kendala yang signifikan yang menghambat penyaluran. "Semua berjalan normal," ujarnya saat konferensi pers Posko Nasional ESDM di Kantor BPH Migas, Jakarta, (8/1/2018).

Posko Nasional ESDM ini berlangsung sejak 18 Desember 2017 dan berakhir 8 Januari 2018. Pemantauan lapangan dilakukan di 25 wilayah yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Selama masa posko Natal 2017 dan tahun baru 2018 terdapat peningkatan pendistribusian jenis BBM gasoline (Premium meningkat 12,5%, Pertamax meningkat 20,34%, Pertamax Turbo meningkat 0,76%) dan Avtur meningkat 0,83%. Serta adanya penurunan pendistribusian untuk jenis BBM Gasoil (Solar turun 25,27%, Pertamina Dex turun 12,73%, Dexlite turun 34,42%), Pertalite turun 0,09%, Kerosene turun 29,15.

Puncak realisasi BBM jenis bensin (Premium, Pertalite dan Pertamax) terjadi pada H-1 Natal (tanggal 24 Desember 2017) dan pada H-1 Tahun Baru (tanggal 31 Desember 2017), dengan realisasi total premium mencapai 647.343 KL, Pertalite 979.673 KL, Pertamax 433.986 KL dan Solar 1.044.237 KL.

Adapun dibandingkan dengan periode Natal tahun 2016, pendistribusian BBM Premium dan Solar mengalami penurunan (Premium turun 27,01%; Solar turun 7,64%), sedangkan BBM Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo mengalami peningkatan (Pertalite meningkat 45,67%, Pertamax meningkat 14,5%, Pertamax Turbo meningkat 52,22%).

LPG selama masa posko Natal 2017 dan tahun baru 2018 mengalami kenaikan permintaan sebesar 236 metrik ton per hari atau naik 1,01% dibandingkan normal. Permintaan tertinggi produk LPG terjadi pada tanggal 28 Desember 2017 yaitu sebesar 25.226 metrik ton dengan peningkatan sebesar 9% dari rata-rata normal 23.160 metrik ton. (sd)
Labels: Migas

Thanks for reading BPH Migas Klaim Distribusi dan Persediaan BBM Aman. Please share...!

Back To Top