BCA Finance Masih Aman dari Fintech

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (tengah) bersama CEO The Good Depts Anton Wirjono (kiri), Presiden Direktur Bumi Serpong Damai Ridwan Darmali (kedua kiri), Presiden Komisaris BCA D.E Setijoso dan Ketua Panitia BCA Expoversary Petrus Karim (kanan) memencet tombol membuka pameran BCA Expo 2018 


TANGERANG (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan pembiayaan dari BCA Group, PT BCA Finance menyatakan tidak terganggu oleh kehadiran layanan fintech peer to peer (P2P) lending yang memberikan jasa pemberian pinjaman tunai tanpa agunan.

Selain memberikan kredit untuk kepemilikan kendaraan baru dan kendaraan bekas, PT BCA Finance juga memberikan layanan kredit multiguna, atau kredit yang akan disertai agunan. Bisnis kredit multiguna inilah yang oleh banyak kalangan bakal ikut bergesekan dengan layanan 'peer to peer lending' yang sudah dijalankan oleh sejumlah perusahaan financial technology (fintech). Apalagi fintech P2P lending memberikan layanan yang efisien dan cepat bagi para nasabah tidak bankable yang membutuhkan dana tunai.

“Disrupsi dari fintech terhadap BCA Finance, saya bisa bilang sampai saat ini kita tidak merasakan disrupsi,” ujar Petrus Karim, direktur PT BCA Finance, di sela peresmian event BCA Expoversary 2018 di ICE BSD Tangerang, (11/2/2018).

Menurut Petrus, belum adanya gesekan bisnis perusahaan dengan fintech P2P lending bisa jadi karena BCA Finance masih membatasi pemberian kredit multiguna khusus untuk nasabah BCA Finance atau BCA Group. “Mungkin mereka mengganggu untuk segmen KTA (kredit tanpa agunan) di perbankan ya, kalau di kita multiguna lebih kepada nasabah sendiri, nasabah internal. Jadi gak terlalu (terganggu, red),” ujarnya.

Untuk memperkuat penguasaan pasar produk-produk pembiayaan dari perusahaan, BCA Finance juga menjalin kerja sama dengan sejumlah platform penjualan online semisal Carmudi.com dan Blibli.com. Perusahaan juga ikut mengisi loop hole yang belum bisa dipenuhi oleh perusahaan online, dan sisi positifnya dari sinergi ini BCA Finance bisa mendapatkan nasabah baru dari sinergi tersebut.

Pada tahun 2017, kredit multiguna yang dikucurkan oleh BCA Finance tercatat berkisar Rp500 milir, dibandingkan total pembiayaan yang sebesar Rp30 triliun. Petrus juga belum bisa memproyeksikan seberapa besar pertumbuhan bisnis kredit multiguna dari BCA Finance pada tahun ini, mengingat Otoritas Jasa Keuangan masih belum melansir revisi atau penyempurnaan atas POJK No.29/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Komposisi kredit multiguna di BCA Finance juga masih relatif kecil. Petrus menyebut pembiayaan mobil baru lewat dealer masih mendominasi kucuran kredit, yakni sebesar 40%, sementara 20% lainnya berasal dari pembiayaan mobil bekas. “Porsi kredit multiguna kita masih belum teralu besar, kalau ditanya berapa persen, baru 1/50 dari total omset kita,” kata Petrus.

Tahun lalu, setiap bulannya BCA Finance membiayai sekitar 15 ribu unit kendaraan, dengan nominal sekitar Rp2,5 triliun per bulan. Sementara itu tingkat kredit bermasalah (NPL) perusahaan tercatat cukup rendah di level 0,6%.

Sebelumnya Presiden Direktur PT BCA Finance Roni Haslim pada akhir Desember 2017 lalu sempat mengemukakan target penyaluran pembiayaan sebesar Rp32,5 triliun sepanjang 2018. Menurut Roni target tersebut dinilai tak bergerak jauh dari target yang dipatok perseroan pada 2017. Pasalnya ia memprediksi pertumbuhan pembiayaan pada tahun 2018 masih akan stagnan, akibat penjualan mobil baru yang juga diprediksi flat. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for readingBCA Finance Masih Aman dari Fintech. Please share...!

Back To Top