Dirjen Pajak: Keberadaan Konsultan Pajak Sangat Penting untuk Indonesia

Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan (kanan) saling serah terima cendera mata dengan Ketua IKPI Mochamad Subakir (kiri) dalam acara penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) tentang Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Perpajakan, di kantor IKPI pusat, Jalan Condet Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)-Keberadaan Konsultan Pajak dalam sebuah negara sungguh penting untuk membantu dan menyadarkan masyarakat akan kewajibannya membayar pajak. “Setiap tahun kita ada penambahan wajib pajak. Oleh karena itu, saya katakan keberadaan konsultan pajak sangat penting untuk membantu dan menyadarkan wajib pajak agar bayar pajak,” kata Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan.

Ia mengatakan itu dalam sambutannya pada acara penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) tentang Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Perpajakan, di kantor IKPI pusat, Jalan Condet Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018).

Robert mengatakan, jumlah wajib pajak terus meningkat setiap tahun. “Rata-rata kenaikannya dua juta tiap tahun,” kata dia. Sementara jumlah konsultan pajak sampai saat ini, kata dia, cuma 3.500 orang. Kalau dibanding dengan Jepang, Australia atau negara maju lainnya, jumlah konsultan pajaknya jauh di atas Indonesia, padahal wajib pajak di negara itu jumlahnya di bawah Indonesia. “Idealnya jumlah konsultan pajak kita lebih banyak lagi,” kata Robert tanpa menyebut angkat ideal yang dimaksud.

Hingga 31 Maret 2016, jumlah wajib pajak yang telah melaporkan SPT pajak telah mencapai 8,9 juta. Wajib pajak (WP) tersebut berasal dari perorangan maupun badan. Dari 8,9 juta pelapor tersebut, 5,5 juta berasal dari pelaporan SPT online (e-filling) dan 3,3 juta secara manual.

Menurut Robert, DJP bekerja sama dengan IKPI dalam rangka memaksimalkan sosialisasi mengenai perpajakan terhadap masyarakat luas. Tujuan sosialisasi itu tidak lain adalah untuk meningkatkan penerimaan perpajakan serta membangun kesadaran di kalangan para wajib pajak (WP). "Kerja sama ini juga untuk meningkatkan peran konsultan pajak dalam hal kepatuhan masyarakat serta peningkatan aktivitas organisasi profesi para konsultan pajak," kata Robert.

Dalam perjanjian kerja sama ini, disepakati sejumlah poin, yaitu penyediaan narasumber pendidikan formal perpajakan, sosialisasi ketentuan perundang-undangannya, pemberian layanan informasi hingga bimbingan perpajakan, serta membentuk program bersama mendorong kepatuhan sukarela masyarakat.

Cara yang dapat ditempuh antara lain mengadakan forum komunikasi hingga pertemuan rutin yang melibatkan DJP dan IKPI. "Pertemuan rutin itu juga untuk koordinasi, evaluasi, dan menyamakan persepsi dalam implementasi aturan perpajakan," kata Robert. Secara garis besar, dengan perjanjian tersebut, maka konsultan pajak dipastikan menjadi mitra DJP untuk memaksimalkan penerimaan pajak tiap tahunnya.

Ketua IKPI Mochamad Subakir menyambut baik kerja sama ini, dan menjamin akan mendukung poin-poin perjanjian dengan DJP, terutama mendorong masyarakat lebih sadar pajak. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Dirjen Pajak: Keberadaan Konsultan Pajak Sangat Penting untuk Indonesia. Please share...!

Back To Top