Standard Chartered Gelar Seminar Wealth on Wealth bagi 2.500 Nasabah di 5 Kota


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Standard Chartered Bank hari ini, Selasa (13/2/2018) menyelenggarakan seminar keuangan Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah prioritas Bank bertempat di Shangri-La Hotel. Surabaya. Yunarto Wijaya, Executive Director Charta Politika indonesia; Lilis Setiadi, CEO, PT. BataVia Prospenndo Aset Manajemen; Arief Chayadi Wana, Direktur Ashmore Asset Management lndonesia; Legowo Kusumonegoro, CEO PT Manulife Aset Manajemen lndonesia; Bambang Simamo, Executive Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank lndonesia; Aidian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank indonesia menjadi narasumber dalam inisratif tahunan Bank ini

Dikemas dengan topik utama "Indonesia 2018: Building Upon a Strong Base", seminar yang diikuti oleh 2.500 nasabah di lima kota yaitu Bandung, Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Medan ini mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan berinvestasi dl tengah momentum pertumbuhan ekonomi nasional, regional, global di sepaniang tahun ini.

Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer, Standard Chartered Bank indonesia yang mengatakan, penyelenggaraan seminar WoW kali ini menandai tahun ke-14 komitmen Bank yang secara konsisten berbagi pandangan bagi nasabah untuk memandu mereka dalam berinvestasi, seiring dengan dinamika pasar finansial global yang juga membawa pengaruh terhadap situasi ekonomi nasnonal.

"Tahun ini merupakan tahun yang menarik, dimana keputusan finansial dan berinvestasi akan seringkali dipengaruhi nuansa politik mengingat adanya Pilkada dan musim Pemilu yang segera berlangsung. Namun dengan fundamental yang kuat, kami yakin PDB nasional di tahun ini akan terus bertumbuh dengan didorong oleh konsumsi swasta dan investasi. Dengan melihat peluang dan landasan yang kuat tersebut, kami terus mencari solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan berinvestasi bagi nasabah melalui produk-produk inovatif Bank," ujarnya.

Aldian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank lndonesia mengatakan, di tahun 2018, kami percaya pertumbuhan PDB didorong oleh beberapa faktor.

"Pertama, kami berpandangan pengeluaran fiskal kemungkinan akan tetap ekspansif. Dengan target defisit anggaran yang cukup konservatif yaitu 2,2 persen dari PDB, kami percaya bahwa pemerintah memiliki ruang untuk meningkatkan pengeluaran sejalan dengan membaiknya prospek penerimaan pajak. Kedua, kita mengharapkan konsumsi swasta relatif stabil di tahun ini yang didukung oleh tersediannya lapangan pekerjaan, inflasi yang terkendali, dan terjaganya stabilitas keuangan. Lalu, kami percaya investasi swasta, balk domestik maupun asing, akan mampu meningkat di tengah membaiknya keseluruhan iklim ekonomi. Negara juga tengah membuat reformasi ekonomi yang mampu mendorong investasi dan meningkatkan peran sektor swasta Hal ini tercermin dalam naiknya beringkat indonesia dalam survei Ease of Doing Business oleh Bank Dunia di tahun lalu," lanjutnya.

Dengan adanya beberapa peluang yang didasari landasan kuat reformasi ekonomi, Bambang Simame, Executive Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia menambahkan, seminar Wow merupakan salah satu cerminan komitmen kami dimana nasabah menjadi prioritas utama Bank. "Melalui platform WoW, kami berkomitmen untuk memandu nasabah atas pilihan-pilihan investasi mereka dengan didasari pemahaman atas pasar ekonomi global, regional, dan nasional serta dinamika perubahan prioritas keuangan setiap tahun sesuai kebutuhan nasabah di tiap tahapan kehidupan," katanya.

Dalam Seminar WOW, Standard Chartered juga memperkenalkan rangkaian produk wealth management baru, yaitu Bahana Dana Ekuitas Prima (DEP), sebuah reksa dana saham dengan strategi indeks yang menawarkan nilai kompettif dan diversifikasi optimal DEP memberikan kesempatan kepada nasabah dengan profil risiko investasi agresif untuk berinvestasi pada 30 saham anggota IDX3O, yaitu 30 saham selektif yang dipilih dan LQ45 dengan kriteria likuditas tinggi dan kinerja terbaik. Bank meluncurkan reksa dana strategi Indeks karena faktanya dalam 5 tahun terakhir (per Desember 2017), reksa dana saham pada umumnya, sulit untuk mengalahkan indeks acuannya sendiri. Dari berbagai Indeks yang sering dijadikan acuan, IDX30 memberikan imbal hasil yang lebih optimum dibandingkan indeks lainnya

Selain itu dalam memenuhi kebutuhan nasabah atas perlindungan jiwa sekaligus investasi, Standard Chartered Bank bekeja sama dengan Prudential Indonesia menghadirkan dua dana investasi terbaru dalam mata uang US Dollar bernama PRUlink US Dollar Global Low Volatility Equity Fund (DGLV) dan PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund (DGEM) yang melekat pada produk unit link VERSAIink investor account (premi tunggal) dan VERSAIink maxima account (premi regular)

Kedua dana investasi tersebut sesuai bagi nasabah berprofil risiko agresif dengan pandangan investasi jangka panjang. PRUlink US Dolar Global Low Volatility Equity Fund dipersembahkan kepada nasabah yang memanfaatkan strategi investasi dengan risiko gejolak rendah untuk meraih potensi hasil yang optimal dan membuka peluang bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dengan berinvestasi di 390 saham perusahaan global, sementara itu PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund memiliki fokus investasi pada saham-saham dengan fundamental terbaik di 25 negara negara berkembang. Peluncuran dana investasi ini adalah momen yang spesial untuk memberikan kesempatan kepada nasabah Standard Chartered Bank turut serta dalam mengambil manfaat dari perbaikan ekonomi dunia.

"Kami mentargetkan pertumbuhan bisnis Wealth Management dapat meningkat sebesar 20% di tahun ini. Selain meluncurkan sejumlah produk investasi baru, penerapan digitalisasi untuk akses ke produk-produk wealth management menjadi strategi kami di tahun 2018 ini," pungkas Bambang.

Dalam penyelenggaraan WoW tahun ini, Standard Chartered didukung oleh beberapa mitra yaitu PT Prudential Life Assurance, PT Ashmore Asset Management Indonesia, PT Bahana TCW investment Management, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Eastspring Investments Indonesia, PT First State lnvestments lndonesia, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Manulife Aset Manajement Indonesia, PT Schroder investment Management Indonesia, Bayu Buana, dan Etihad Airways. (dri)
Labels: Ekonomi, Standard Chartered

Thanks for reading Standard Chartered Gelar Seminar Wealth on Wealth bagi 2.500 Nasabah di 5 Kota. Please share...!

Back To Top