Amatil Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan Berkolaborasi untuk Program Pengembangan Kapabilitas Tenaga Kerja

(Ki-Ka) Drs Sukiyo - Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kadir Gunduz - Presiden Direktur CCAI, dan Letty Lestari - Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (KKPD) Jakarta Selatan


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Setelah meresmikan beberapa investasi infrastruktur selama beberapa tahun terakhir, seperti lini produksi dan mega distribution center, pada hari ini Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) meresmikan CCAI Academy. Dikembangkan dengan visi membawa manfaat positif bagi masyarakat, CCAI Academy terdiri dari program pengembangan kapabilitas yang komprehensif untuk memperlengkapi ribuan karyawan CCAI dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat bagi pengembangan karir mereka saat ini dan di masa depan.

“Kami percaya bahwa karyawan adalah pondasi dari strategi CCAI,” jelas Kadir Gunduz, Presiden Direktur CCAI mengenai pengembangan kapabilitas karyawan sebagai salah satu kunci sukses CCAI sebagai perusahaan minuman terdepan di Indonesia.

“Selama beberapa tahun terakhir kami telah membangun berbagai akademi untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kepemimpinan dari tiap fungsi perusahaan. Kami telah mengembangkan suatu kerangka pembelajaran yang mudah untuk direplika dan berkelanjutan untuk pertumbuhan kami di hari ini dan masa depan. Merupakan suatu kebanggan bagi kami untuk meluncurkan seluruh program-program tersebut di dalam satu payung: CCAI Academy," lanjutnya.

CCAI Academy dibangun berlandaskan Safety and Governance (Keamanan dan Tata Kelola) yang membawahi tiga pilar kapabilitas. Yaitu, pertama, Fungsional dan Teknis – meliputi Occupational Health & Safety, Sales General Trade, Sales Modern Trade, Manufaktur, Logistik, Cold Drink Equipment and Services, Human Resource, Finance, Public Affairs-Communications and Information-Technology; kedua, Kepemimpinan – ditujukan bagi supervisor, junior manager, manajerial level menengah dan program kepemimpinan bagi karyawan perempuan; dan ketiga, Talenta – pilar ini ditujukan untuk mempersiapkan para lulusan pascasarjana dan karyawan yang berperforma tinggi menjadi calon pemimpin masa depan di organisasi CCAI.

Melalui berbagai metode pelatihan termasuk pelatihan di dalam kelas dan online, pada tahun 2017 CCAI berhasil mencapai 56.000 hari pelatihan, dua kali lipat jumlah yang dicapai perusahaan pada tahun 2015.

“Momen yang paling membanggakan bagi kami adalah melihat anggota tim kami mencapai kesuksesan dalam berkarir karena terus belajar untuk memaksimalkan potensi mereka,” tambah Kadir Gunduz.

Beberapa karyawan dengan perjalanan karir yang patut dibanggakan turut hadir dalam kegiatan hari ini untuk berbagi pengalaman mereka dalam bertumbuh bersama CCAI. Salah satunya adalah I Made Suardika yang pertama kali bergabung di CCAI pada tahun 1997 sebagai office boy dan tanpa rasa lelah terus mengembangkan dirinya dengan kerja keras dan belajar terus menerus. Saat ini I Made Suardika telah menjadi line leader dalam tim Cold Drink Equipment and Services di Bali dan kepulauan Nusa, dan di bawah kepemimpinannya area tersebut berhasil mendapatkan penghargaan performa terbaik pada tahun 2017.

“Dengan diluncurkannya CCAI Academy, kami berharap bahwa program pelatihan komprehensif ini dapat memberikan manfaat yang baik tidak hanya untuk karyawan tetapi juga bagi masyarakat,” tutur Kadir Gunduz.

Dalam peluncurannya, CCAI menyerahkan 11 Modul Dasar kepada Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Drs. Sukiyo, MMPd dan Kepala Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Selatan, Letty Lestari. Sesi train the trainer untuk 11 modul tersebut akan dilaksanakan oleh CCAI kepada para pelatih dari PPKD mulai bulan Maret 2018.

Peluncuran tersebut dilanjutkan dengan upacara penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) CCAI yang terbaru untuk tahun 2018-2020. Proses pembaruan PKB tersebut merupakan bentuk komitmen CCAI untuk terus melindungi kesejahteraan karyawan dan mengedepankan hak asasi manusia melalui penyediaan pekerjaan, serta memberikan layanan kesehatan dan sosial yang memadai. (dri)



Labels: Ekonomi

Thanks for reading Amatil Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan Berkolaborasi untuk Program Pengembangan Kapabilitas Tenaga Kerja. Please share...!

Back To Top