Februari 2018, Jatim Mengalami Inflasi Sebesar 0,16 Persen

Teguh Pramono, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyebutkan Laju Indeks Harga Konsumsi (IHK) atau inflasi di Jatim pada Februari 2018 tercatat cukup tinggi yaitu sebesar 0,16 persen. Hal ini dipicu oleh tingginya harga bawang putih dan beras.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi termasuk perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,43 persen, diikuti sandang sebesar 0,38 persen, bahan makanan 0,19 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,08 persen, kesehatan 0,08 persen, dan pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,05. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen," ujarnya di Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Teguh juga memaparkan, tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di bulan Februari 2018 seperti bawang putih, beras, dan sewa rumah.

"Belum dibukanya keran impor bawang putih sejak tahun 2018 membuat pasokan bawang putih hanya mengandalkan pasokan dari dalam negeri, sedangkan produksi bawang putih dari dalam negeri juga berkurang disebabkan faktor cuaca yang terus menerus hujan. Hal ini mengakibatkan harga bawang putih terus merangkak naik,” lanjutnya.

Menurutnya, beras masih menjadi komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi. Meskipun di akhir Bulan Februari, harga beras mengalami sedikit penurunan, namun secara umum rata-rata harga beras di bulan Februari masih lebih tinggi dibandingkan harga bulan Januari. Penyebab belum turunnya harga beras dikarenakan belum adanya panen besar di bulan Februari.

Tidak hanya itu, komoditas utama pendorong inflasi di atas, komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Februari ialah kontrak rumah, bensin, emas perhiasan, sepeda motor,tomat sayur, upah pembantu rumah tangga, dan cabai rawit. Meski demikian, ada beberapa komoditas yang menjadi penghambat terjadinya inflasi di bulan Februari 2018 ini, seperti telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras.

“Melimpahnya stok telur ayam ras di bulan Februari membuat harganya mengalami penurunan, walaupun terjadi kenaikan permintaan menjelang Imlek, namun tidak terlalu berpengaruh terhadap harganya. Hal yang sama juga terjadi pada komoditas daging ayam ras, dimana pasokannya cukup melimpah di pasar,” katanya.

Kondisi ini umumnya dialami oleh seluruh kota yang menjadi penghitungan angka inflasi. Tetapi dari 8 kota tersebut, inflasi tertinggi terjadi di Probolinggo yang mencapai 0,31 persen, diikuti  Kediri 0,26 persen, Madiun 0,25 persen, Jember 0,18 persen, Malang dan Banyuwangi 0,17 persen, Surabaya 0,14 persen, dan Sumenep 0,08 persen.

"Laju inflasi Year on Year (YoY) Jawa Timur di bulan Februari 2018 mencapai 3,01 persen, angka ini lebih rendah dibanding (YoY) Februari 2017 sebesar 3,99 persen," tutupnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Februari 2018, Jatim Mengalami Inflasi Sebesar 0,16 Persen. Please share...!

Back To Top