LIPI - Jepang Gali Potensi Energi Alternatif dari Sorgum

Kepala LIPI Bambang Subiyanto dalam jumpa pers serah terima peralatan riset dari Japan International Coorporation Agency (JICA) di Bogor, Kamis (22/3/2018)


BOGOR (IndonesiaTerkini.com)- Menipisnya cadangan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara, membuat riset di bidang energi alternatif digenjot. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun menggandeng Jepang untuk meneliti sorgum sebagai energi alternatif. Terjunnya LIPI diriset sorgum sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Hanya saja dengan bantuan Jepang berupa peralatan laboratorium dan ahli di bidangnya diharapkan bisa meningkatkan kualitas sorgum menjadi energi alternatif. Kerja sama Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (Satreps) dengan LIPI ini dimulai tahun 2016 hingga tahun 2021.

Kepala LIPI Bambang Subiyanto mengatakan, kerja sama penelitian Satreps ini sedang dilakukan penelitian tanaman sorgum yang mampu tumbuh cepat pada lahan marginal dengan input teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pada lahan alang-alang melalui seleksi dan perbaikan genetik tanaman sorgum.

"Diharapkan, tanaman sorgum mempunyai Lignin yang tinggi, tahan kekeringan dan penyakit serta tidak mudah rebah," katanya di sela-sela serah terima peralatan riset dari Japan International Coorporation Agency (JICA) di Bogor, Kamis (22/3/2018).

Menurutnya, sorgum dipilih karena tanaman ini mampu tumbuh di lahan kering marginal, dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk energi tetapi juga untuk pakan. "Selain itu juga, untuk meningkatkan keragaman hayati dari alang-alang akan dilakukan intercropping antara tanaman bernilai ekonomi dan ekologi tinggi dengan memperhatikan keragaman genetik lokal," ungkapnya.

Manager Proyek Satreps alang-alang LIPI I Made Sudiana menjelaskan, dalam sejarahnya sorgum adalah tanaman asal Afrika. Kemudian beradaptasi dan diintroduksi ke Indonesia dari mulai di Nusa Tenggara Timur seperti Rote, Flores dan Kupang.

Menurutnya, riset yang sudah dilakukan sebelumnya dihasilkan biopelet dengan kadar lignin sekitar 20 persen dan dengan kerja sama ini ingin ditingkatkan menjadi 30 persen. Kapasitas yang hanya 40-50 ton per hektare (ha) dari panen sorgum pun ingin ditingkatkan menjadi 100 ton per ha.

Meski dikenal sejak lama di Indonesia, sorgum kurang dilirik. Pamornya semakin turun ketika ada program swasembada beras. Padahal sorgum selain kaya manfaat untuk pangan juga bisa dijadikan energi alternatif. "Untuk pangan, sorgum tanpa gluten sehingga cocok untuk penderita diabetes," ujarnya.

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Dapat berproduksi pada lahan marjinal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama dan penyakit. Sorgum merupakan komoditas alternatif untuk pangan, pakan, energi, dan industri.

Masyarakat Jawa mengenal sorgum dengan nama “cantel” atau dalam beberapa bahasa lokal di Flores yang dikenal dengan “watar”. Sorgum memiliki tinggi rata-rata 2,5 sampai 4 meter. Pohon dan daun sorgum sangat mirip dengan jagung. Jenis sorgum manis memiliki kandungan yang tinggi pada batang gabusnya sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber bahan baku gula sebagaimana halnya tebu. (er)
Labels: IPTEK

Thanks for reading LIPI - Jepang Gali Potensi Energi Alternatif dari Sorgum. Please share...!

Back To Top