Oorth, Aplikasi Media Sosial Karya Anak Bangsa

Peluncuran aplikasi Oorth versi iOS dan website yang dikembangkan oleh Skynosoft Portal Prime, di Surakarta, Rabu 21 Maret 2018


SURAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Aplikasi media sosial karya anak bangsa yang berbasis komunitas, Oorth, secara resmi meluncurkan aplikasi versi iOS dan website (www.oorth.me). Sebelumnya, Oorth telah hadir dalam versi Android sejak Oktober 2017 lalu.

Dibandingkan aplikasi media sosial global yang sudah lebih lama eksis, Oorth memiliki fitur yang lebih lengkap. CEO Skynosoft Portal Prime, Krishna Adityangga memaparkan, Oorth merupakan aplikasi media sosial yang lebih fokus pada pengembangan komunitas secara digital. Selain memberikan kemudahan untuk chatting bagi komunitas, berbagi foto dan video, Oorth juga mempunyai fitur utama berupa digital wallet dan donasi. Sehingga komunitas-komunitas yang terdaftar dan terverifikasi di Oorth bisa melakukan penggalangan dana dan iuran komunitas secara digital.

Pengguna Oorth sendiri dapat menjadi donatur dalam penggalangan dana yang diadakan oleh komunitas-komunitas tersebut melalui digital wallet yang disebut Skypay. Pengisian saldo Skypay juga cukup mudah, hanya dengan mentransfer melalui bank-bank atau merchant yang sudah bekerja sama dengan Oorth.

"Melalui aplikasi Oorth, penggunanya bisa melakukan banyak hal dalam satu aplikasi, mulai dari chatting, update status, berbagi foto dan video, berdonasi, lalu ada juga fitur berita terkini dan digital wallet untuk pembelian pulsa, paket data, dan sebagainya. Sebagai aplikasi media sosial yang fokus pada pengembangan komunitas, penggunanya juga bisa membuat komunitas atau bergabung dengan komunitas yang sudah ada secara digital. Jadi tidak harus berpindah-pindah dari satu platform ke platform lain, cukup lewat aplikasi Oorth saja," kata Krishna Adityangga, di acara peluncuran aplikasi Oorth versi iOS dan website, di Surakarta, Rabu (21/3/2018).

Aplikasi Oorth dikembangkan oleh Skynosoft Portal Prime, sebuah perusahaan software developer berbasis di Solo, Jawa Tengah. Perusahaan ini dikembangkan oleh Krishna Adityangga sebagai Chief Executive Officer bersama dua rekannya Dhanny Ardiansyah sebagai Chief Technology Officer (CTO) dan Mulyono Herman sebagai Chief Information Officer (CIO).

Krishna menambahkan, aplikasi ini lahir berawal dari keresahan karena belum ada media sosial yang mengintegrasikan kebutuhan-kebutuhan komunitas secara digital, dan bagaimana media sosial bukan hanya menjadi ajang untuk mencari eksistensi diri, tetapi juga memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Di era digital saat ini, banyak hal yang bisa ditransformasikan ke dalam bentuk digital, termasuk kegiatan-kegiatan komunitas. Kehadiran Oorth sekaligus menjadi bukti bahwa industri teknologi tidak hanya berkembang pesat di kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi juga di daerah seperti di Surakarta," tuturnya.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2017 lalu, saat ini jumlah pengguna Oorth sudah mencapai lebih dari 34 ribu pengguna. Sementara untuk jumlah komunitas yang terbentuk di platform Oorth mencapai sekitar 2.000 komunitas. (er)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Oorth, Aplikasi Media Sosial Karya Anak Bangsa. Please share...!

Back To Top