PP Presesi Cetak Kenaikan Laba Bersih 498%

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Iswanto Amperawan (kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan PT PP Presisi Tbk Benny Pidakso usai memberikan keterangan pada acara media gathering di Jakarta, Senin (5/2/2018). PPRE mengestimasikan pendapatan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 meningkat 389% menjadi sebesar Rp1,8 triliun


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan konstruksi terintegrasi berbasis alat berat, PT PP Presisi Tbk (PPRE) melaporkan kinerja auditan untuk tahun buku 2017. Pada periode itu, PPRE berhasil membukukan laba bersih konsolidasi Rp245 miliar. Angka itu menunjukan kenaikan sebanyak 498% dibanding laba bersih tahun 2016 yang tercatat Rp41 miliar. Sedangkan untuk EBITDA meningkat 323% dari Rp138 miliar di 2016 menjadi Rp584 miliar di 2017.

Direktur Utama PP Presisi Iswanto Amperawan mengatakan kenaikan laba bersih konsolidasi yang signifikan seiring dengan peningkatan pendapatan konsolidasian sebesar 389% dari Rp371 miliar di 2016 menjadi Rp1,8 triliun di 2017.

Sementara peningkatan signifikan pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan civil work sebesar 617% year on year dari Rp197 miliar di 2016 menjadi Rp1,4 triliun di 2017. Pendapatan bisnis tadi merupakan kontribusi dari proyek tol Bakauheni - Sidomulyo, proyek tol Pandaan – Malang, proyek tol Manado – Bitung, proyek bendungan Way Sekampung, proyek bendungan Leuwi Keris, proyek pengendalian lahar Sinabung, dan beberapa proyek carry over dari tahun sebelumnya.

Selain pendapatan civil work yang berkontribusi sebesar 78%, peningkatan pendapatan konsolidasian juga disebabkan oleh kenaikan pendapatan ready mix/batching plant (BP) yang mencapai 138% dari Rp69 miliar di 2016, menjadi Rp163 miliar di 2017. “Peningkatan pendapatan BP secara signifikan tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan civil work karena model bisnis ready mix/batching plant merupakan business-to-business (B2B) yang biasanya terkait langsung dengan civil work,” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Kontribusi bisnis BP tercatat sebesar 9% terhadap total pendapatan konsolidasian. Adapun bisnis formwork dan penyewaan alat berat menyumbang 13%.

Lebih jauh dilaporkan, pada periode tersebut PPRE juga berhasil mengelola beban pokok penjualan dan biaya operasional secara simultan sehingga Perseroan juga berhasil membukukan peningkatan laba kotor dan laba operasi secara signifikan masing-masing sebesar 369% dan 379%.

Laba kotor meningkat dari Rp95 miliar di 2016 menjadi Rp446 miliar pada 2017. Sedangkan laba operasi meningkat dari Rp81 miliar menjadi Rp389 miliar. Sementara tingkat profitabilitas tercatat meningkat, tercermin dari margin laba bersih yang naik dari 11% menjadi 13% yoy.

“Transformasi bisnis yang dilakukan sejak tahun 2014 telah membuahkan hasil, tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba bersih secara signifikan. Pertumbuhan unorganik di tahun 2017 merupakan tonggak sejarah yang signifikan, melengkapi pertumbuhan organik untuk meningkatkan engineering capacity dalam upaya untuk memperkuat positioning PP Presisi di bidang jasa konstruksi terintegrasi”, ujar Iswanto.

Arus Kas Positif

Sementara Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso mengatakan pertumbuhan signifikan dari kinerja keuangan Perseroan disebabkan karena meningkatnya kinerja operasional yang sangat pesat sepanjang 2017. “Peningkatan kinerja itu membuat balance sheet capacity perusahaan semakin kuat untuk pengembangan bisnis di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam laporan hasil audit PPRE di 2017 tercatat, rasio lancar mengalami peningkatan dari 0,8X menjadi 1,9X yoy, seiring dengan peningkatan kas dan setara kas sebagai imbas dari peningkatan cashflow operasional dari Rp110 miliar menjadi Rp351 miliar. Lalu ada dana hasil penawaran umum perdana saham yang dilakukan 24 November 2017 yang belum digunakan, yaitu sebesar Rp783 miliar, di samping peningkatan piutang usaha dari Rp101 miliar menjadi Rp602 miliar yang sebagian besar (58%) merupakan piutang lancar.

Adapun posisi gearing rasio mengalami penurunan dari 2,9X menjadi 0,6X, demikian net-gearing rasio juga mengalami penurunan dari 1,9X menjadi 0,2X sebagai akibat dari peningkatan ekuitas sebesar 1.051% dari Rp211,9 miliar menjadi Rp2,4 triliun. Peningkatan ekuitas itu sendiri disebabkan oleh peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor sebesar 823% dari Rp110,8 miliar menjadi Rp1,02 triliun terkait dengan tambahan setoran tunai PT PP (Persero) Tbk sebagai pemegang saham Perseroan, Penawaran Umum Perdana Saham serta peningkatan Saldo Laba sebesar 116% dari Rp101 miliar di 2016 menjadi Rp219 miliar di 2017. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading PP Presesi Cetak Kenaikan Laba Bersih 498%. Please share...!

Back To Top