Dosen Teknik Elektro UK Petra, Kembangkan Platform Kecerdasan Buatan dengan Teknologi Neuromorfis

Dr. Ing, Indar Sugiarto,S.T., Dosen Program Studi Teknik Elektro dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra)

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Dr. Ing, Indar Sugiarto,S.T., itulah dosen Program Studi Teknik Elektro dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra (UK Petra) yang berhasil mengembangkan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan teknologi Neuromorfis. Ide ini merupakan bagian dari disertasi yang baru saja ia selesaikan beberapa waktu lalu dan berhasil membawa pulang gelar doktoralnya kala menempuh pendidikannya di Technische Universitat Munchen (TUM), Jerman.

Apa itu teknologi Neuromorfis? Neuromorphic Engineering merupakan teknologi yang berusaha menghasilkan sistem yang mampu mengolah informasi layaknya cara kerja otak. Pendekatannya dengan cara mengimplementasikan struktur dan fisiologi sistem saraf pusat (otak) dalam bentuk hardware dan software.

“Dengan kata lain sistem neuromorfis berusaha meniru cara kerja otak hingga level sel-sel otak. Dengan metode ini, robot akan dilengkapi dengan jutaan hingga milyaran sel-sel saraf tiruan sehingga mampu berpikir layaknya manusia yang mampu mengambil keputusan dalam kondisi yang penuh ketidakpastian serta mampu berinteraksi secara sosial”, urai Indar yang keahliannya di bidang robotik. Apa yang Indar lakukan? Salah satu hasil riset penelitian Indar yaitu mengembangkan platform robot dengan kecerdasan buatan untuk navigasi pintar, yang mana nantinya robot tersebut memiliki kemampuan navigasi semacam GPS (global positioning system) dengan menggunakan struktur cara kerja otak yang disebut grid-cell. Jadi Indar membuat ide desain platform kecerdasan buatannya dengan eksplorasi penataan ruang.

"Kedepannya jika platform AI ini sudah diaplikasikan dalam robot maka akan dapat  merekam dan memetakan posisi dirinya dan jika misalkan berada di luar jangkauan maka bisa kembali. Berbeda dengan robot yang dikembangkan di tanah air, robot tersebut sangat tergantung dengan program yang diberikan oleh programmer dan tidak bisa secara adaptif bekerja dilingkungan yang dinamis," rinci Indar.

Cara kerja robot cerdas dengan teknologi Neuromorfis ini menggunakan mesin teknologi canggih bernama SpiNNaker. Mesin yang awalnya dibuat oleh University of Manchester (United Kingdom) ini merupakan perangkat elektronik yang memiliki 48 chip dimana masing-masing chipnya memiliki neuromorphic processors. Di Asia Tenggara, perangkat ini hanya dimiliki oleh dua institusi saja yaitu National University of Singapore (NUS) dan Universitas Kristen Petra, Surabaya (UK Petra). Mesin ini akan digunakan untuk pengembangan robot navigasi pintar.

“Saya tertarik mendesain robot ini karena saya lihat selama ini robot cerdas yang ada di dunia memiliki kemampuan kognitif yang kurang, harusnya cerdas secara alamiah bukan karena diatur. Pengembangan kecerdasan buatan ini tujuannya untuk meringkankan beban pekerjaan manusia. Kedepannya, akan dikembangkan robot yang lebih adaptif untuk dipakai dilingkungan dinamis dan bisa berinteraksi secara natural dengan manusia," tutup Indar. (pr)


Labels: Pendidikan

Thanks for reading Dosen Teknik Elektro UK Petra, Kembangkan Platform Kecerdasan Buatan dengan Teknologi Neuromorfis. Please share...!

Back To Top