IPA 2018 Tingkatkan Daya Saing Migas di Pasar Global

Ronald Gunawan, Presiden IPA (Tengah) dan Novie Hernawati, Chairperson IPA Convex 2018 (Kanan) 


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Kondisi minyak dan gas yang menurun dalam 4 tahun terakhir, mendorong Indonesian Petroleum Association ( IPA) menyelenggarakan konvensi dan pameran IPA ke-42.

Mengusung tema Driving Indonesia's Oil and Gas Global Competitiveness, gelaran ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor hulu migas Indonesia di level global. "Tema ini dipilih dengan pertimbangan kondisi sektor hulu migas Indonesia hari ini, yaitu ketatnya persaingan investasi migas secara global," ujar Ronald Gunawan, Presiden IPA di Jakarta (12/4/2018).

Gunawan berharap melalui gathering ini, pemerintah dan aktor di industri migas bisa menyelesaikan penurunan investasi di sektor migas. “Sejak tahun 2014 ada penurunan di semua negara, kecuali out layers seperti Meksiko, Brazilia, dan Mesir. Nah, acara ini bertujuan juga untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan investasi migas di Indonesia. Kita harus lebih kompetitif agar investor mau datang,” ujarnya menambahkan.

Nantinya dalam konvensi dan pameran ini juga akan mengundang perwakilan dari negara lain sebagai pembicara, salah satunya Mesir. Negara timur Tengah ini dipilih lantaran dianggap berhasil dalam memperbaiki iklim investasi dan menarik banyak investor.

“Tahun lalu kita mengundang Meksiko, sekarang Mesir. Kita harus belajar dari mereka untuk memperbaiki iklim investasinya sehingga menaikan daya saing dan mengontrolnya, kemudian faktor apa yang dilihat sebagai pertimbangan investasi, dan teknologi apa yang mesti dimiliki untuk mendongkrak hal itu. Kita terapkan dari negara lain, apa yang bisa kita terapkan dan kemudian modify,”  kata Ronald.

Konvensi dan pameran ini akan digelar dari tanggal 2-4 Mei 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta.  Event ini digelar dengan 3 sesi plenary dan 1 sesi khusus dengan menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri, baik dari sisi swasta ataupun pemerintah.

Di hari pertama, akan membahas tentang pemetaan oil dan gas di dunia, beserta sebaran investasi migas dunia. Selanjutnya di hari kedua Akan membahas bagaimana negara-negara di dunia mempertahankan dan memperbaiki daya saing investasi mereka di bidang migas. Kemudian di sesi ketiga akan membicarakan bagaimana kebijakan migas di Indonesia dalam mendukung investasi migas nasional. Sesi terakhir akan membahas bagaimana perbaikan bisnis migas dari hulu ke hilir untuk menarik investor.

Novie Hernawati, Chairperson IPA Convex 2018 mengungkapkan optimismenya terhadap meningkatnya daya saing industri hulu migas Indonesia untuk lebih kreatif, inovatif, dan beraya saing. "Pada acara tahun ini, kami berupaya mencerminkan upaya yang dilakukan industri untuk menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya saing di level global, salah satunya adalah penerapan inovasi dan teknologi dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas,” ujarnya.

Dalam gelaran kali ini, teknologi session menjadi sesi terbaru yang akan ditampikan. Teknologi dianggap sebagai alat pendukung dalam proses produksi dan efisiensi. “Teknologi tidak bisa dipishkan dari oil dan gas, karena berkaitan dengan peningkatan efisiensi dan produksi untuk meningkatkan daya saing kita di sektor migas nasional dan global,” kata Novie.

Novie menargetkan akan dapat mendatangkan 25ribu pengunjung dan dihadiri oleh 1.800 peserta konvensi dari sekitar 20 negara. Dia juga menargetkan akan ada 107 perusahaan yang terlibat menjadi peserta pameran. (sd)
Labels: Migas

Thanks for reading IPA 2018 Tingkatkan Daya Saing Migas di Pasar Global. Please share...!

Back To Top