Keberadaan BWM Pangkas Rentenir dan Kemiskinan

Pelatihan dan Gathering media massa bersama OJK di Purwokerto, Jawa Timur


PURWOKERTO (IndonesiaTerkini.com)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong masyarakat untuk mendirikan Bank Wakaf Mikro (BWM). Selain dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat, keberadaan BWM diyakini dapat memberantas rentenir, membangun masyarakat menjadi lebih sejahtera, semakin memperkecil kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat miskin itu dekat dengan rentenir. Makanya, kita dirikan BWM untuk menjadikan mereka yang tadinya masyarakat non bankable menjadi masyarakat bankable," ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Ahmad Soekro Tratmono, dalam acara Pelatihan dan Gathering Media Massa OJK di Purwokerto, Jawa Timur, Sabtu (7/4/2018).

Soekro menjelaskan, BWM adalah lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) yang menjalankan fungsi perbankan. Hanya saja, BWM tidak menjalankan fungsi wakaf, namun bisa memperluas akses keuangan berbasis syariah ditengah-tengah masyarakat yang ingin berusaha atau meningkatkan usahanya dengan permodalan yang ringan. "Saat ini, BWM banyak dibangun di kawasan pesantren. Ini merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan bangsa Indonesia, yaitu kemiskinan dan ketimpangan," katanya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,6 juta atau sekitar 10,12 persen. Meskipun menurun dari tahun 2015-2016 yang mencapai diatas 30 juta orang, tetapi jumlah tersebut masih cukup besar dan harus diturunkan. Hal itu diikuti dengan gini ratio atau ketimpangan antara miskin dan kaya di Indonesia yang masih berada di tingkat 0,3910. "Akhirnya ada satu kunci yang bisa memberikan keseimbangan, yaitu pendampingan. Sebuah konsep pendampingan kepada masyarakat miskin yang punya keinginan untuk berusaha dan ada kemauan untuk meningkatkan kesejahteraan," ujarnya.

Menurutnya, BWM dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena membuat masyarakat lebih berdaya. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, harus menjadi salah satu solusi dalam pengentasan ketimpangan dan kemiskinan. Juga meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong perekonomian yang produktif.

Menyoal banyak BWM didirikan di kawasan pesantren, kata Soekro, pihaknya ingin meningkatkan inklusi keuangan yang berbasis syariah. Di Indonesia, ada lebih dari 28.194 pesantren, data ini menjadi potensi yang besar untuk mendirikan BWM. Sehingga pesantren melalui BWM, dapat memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar pesantren tersebut.

"Pesantren ini didorong melakukan pendampingan produktif pada masyarakat miskin. OJK mempunyai tugas untuk meningkatkan inklusi keuangan. Artinya mendekatkan masyarakat non bankable menjadi bankable. Kita memfasilitasi model bisnis yang bisa memberikan bantuan nyata bagi masyarakat miskin dengan platformnya LKMS dengan nama Bank Wakaf Mikro," jelasnya.

Soekro menegaskan, OJK akan meningkatkan pelatihan kepada masyarakat yang ingin mengikuti program BWM agar menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan. "BWM ini menjadi inkubator untuk menyiapkan masyarakat untuk mandiri dalam mengelola keuangan, yang tadinya non bankable menjadi bankable, untuk memberantas rentenir dan menjadikan masyarakat lebih kuat," pungkasnya. (cb)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Keberadaan BWM Pangkas Rentenir dan Kemiskinan. Please share...!

Back To Top