Kredit Bank Permata Capai Rp 99,8 Triliun

Ilustrasi Bank Permata ( Foto: Istimewa )


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Bank Permata Tbk membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 99,8 triliun per 31 Maret 2018, tumbuh 4,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 95,4 triliun. Pertumbuhan kredit ini dikontribusikan oleh seluruh segmen meliputi retail banking dan wholesale banking.

Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah mengatakan, pertumbuhan tersebut sejalan dengan fokus perseroan untuk terus menumbuhkan kredit berkualitas baik setelah proses konsolidasi tahun sebelumnya. "Mengawali tahun 2018, kami sampaikan Bank Permata kembali tumbuh secara positif terutama dalam penyaluran kredit setelah proses konsolidasi yang kami lakukan pada tahun sebelumnya," kata Ridha, Rabu (25/4/2018).

Selain pertumbuhan kredit, Bank Permata berhasil memperbaiki dan mempertahankan kualitas aset. Hal ini tercermin pada rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang telah menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu, dalam hal ini rasio NPL gross dan net menjadi masing-masing sebesar 4,6 persen dan 1,7 persen pada kuartal I-2018 atau membaik dibandingkan Maret 2017 yang sebesar 6,4 persen dan 2,2 persen.

Perbaikan rasio NPL merupakan hasil dari upaya perseroan dalam mengelola kualitas aset melalui penagihan, restrukturisasi dan rehabilitasi, percepatan pemulihan kredit dan penjualan sebagian dari portofolio NPL. NPL coverage ratio terus terjaga dengan baik dan meningkat dari 135 persen pada Maret 2017 menjadi 194 persen di Maret 2018.

Likuiditas perseroan terus terjaga kuat dan optimal dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 89 persen dibandingkan dengan 75 persen pada periode yang sama tahun lalu. Bank Permata juga terus memperbaiki struktur pendanaannya, tercermin dari rasio CASA yang lebih tinggi yaitu 49 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 46 persen. Tumbuhnya CASA akan tetap menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas likuiditas dan biaya dana.

Selain itu, kecukupan modal Bank Permata juga terjaga dengan baik, tercermin dari meningkatnya rasio common equity tier 1 (CET-1) dan capital adequacy ratio (CAR) masing-masing sebesar 15,1 persen dan 17,7 persen, dibanding 13,2 persen dan 17,0 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan kinerja perseroan yang semakin membaik dan telah berhasil diselesaikannya rights issue senilai Rp 3 triliun di bulan Juni 2017.

Sementara itu, perseroan mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 164 miliar. Perolehan tersebut ditopang oleh penurunan biaya provisi sebesar 31 persen menjadi Rp 465 miliar dari Rp 670 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan menyetujui laba bersih perseroan selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017 sebesar Rp 748 miliar seluruhnya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. (ym)


Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kredit Bank Permata Capai Rp 99,8 Triliun. Please share...!

Back To Top