Pegadaian Targetkan Pendapatan Rp 12,5 Triliun

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menerima plakat yang diserahkan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama bidang pertanahan dan tata ruang di Jakarta, Rabu 18 April 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso optimistis dapat memenuhi target pendapatan sebesar Rp 12,5 triliun pada tahun ini. Optimisme itu disampaikan Sunarso usai menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang pertanahan dan tata ruang dalam menyinergikan data, informasi, pensertipikatan tanah dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Jakarta, pada Rabu (18/4/2018).

“Pegadaian akan membidik nasabah mikro, khususnya petani yang memiliki sawah, tapi tidak memiliki agunan bersifat gadai atau fidusia,” kata Sunarso.

Disebutkan, nota kesepahaman itu nantinya menjadi payung hukum bagi Pegadaian, yang dalam waktu dekat akan meluncurkan produk pergadaian di bidang pertanahan. Produk itu adalah pinjaman mikro bernominal Rp 10-15 juta untuk nasabah yang memiliki sertifikat tanah berupa kebun maupun sawah produktif. “Produk pergadaian diluncurkan untuk memanfaatkan program sertifikasi lahan yang diluncurkan Presiden Joko Widodo, khususnya tanah pertanian,” jelas dia.

Disebutkan, payung hukum sangat diperlukan, sebab tanah pertanian bersertifikat dan produktif tidak bisa digadaikan berdasarkan konsep gadai konvensional. Oleh sebab itu, program ini akan menggunakan konsep gadai syariah berdasarkan Akad Qardh Rahn.

Menurut Sunarso, berdasarkan nota kesepahaman, Pegadaian dan Kementerian ATR/BPN dapat saling bertukar data dan informasi di bidang pertanahan, khususnya menyangkut pensertifikatan tanah calon nasabah dan sertifikasi tanah aset Pegadaian, serta penanganan permasalahan tanah aset Pegadaian.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup akses reform di lokasi lahan yang telah disepakati kedua pihak serta menyangkut program pendidikan dan pelatihan. “Pegadaian nantinya mendapatkan data dan informasi pertanahan mengenai calon nasabah secara manual dan host-to-host dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang," jelas Sunarso.

Sementara Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menyatakan, kerja sama Kementerian ATR/BPN - Pegadaian dalam rangka menumbuhkan iklim usaha kondusif bagi masyarakat serta memperluas sumber pendanaan dari lembaga keuangan bukan bank secara cepat, mudah, dan murah.

Di sisi lain, Pegadaian sebagai bagian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat berkontribusi positif untuk menggerakkan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Tahun lalu, target pemerintah menerbitkan 126 juta sertifikat tanah. Namun, yang direalisasikan sampai saat ini berjumlah 51 juta sertifikat tanah. “Pemerintah bertekad membagikan 7 juta sertifikat tanah pada tahun ini, jumlah itu akan meningkat menjadi 9 juta pada 2019,” kata Sofyan. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pegadaian Targetkan Pendapatan Rp 12,5 Triliun. Please share...!

Back To Top