Telkom Metra Akuisisi 51 Persen Saham SSI

Ilustrasi Telkom Indonesia ( Foto: Istimewa )


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak usaha, PT Multimedia Nusantara (Telkom Metra) akan mengambil alih 51 persen saham PT Swardharma Sarana Informatika (SSI). SSI merupakan perusahaan managed service mesin anjungan tunai mandiri (ATM), dan nilai transaksi penjualan saham mencapai Rp 397 miliar.

VP Investor Relations Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Andi Setiawan menyatakan, Telkom Metra dan SSI telah menandatangani perjanjian jual beli, serta pengambil alihan saham baru (shares sales,purchase and subscription agreement). Sehingga setelah stransaksi pembelian sejumlah saham lama dan baru selesai, Telkom Metra akan mengusai 51 persen saham di SSI.

"Rencana penyertaan saham itu, diharapkan bisa memperkuat ekosistem bisnis, dan meningkatkan kompetisi kami di bidang information, and communication technology (ICT) solution di sektor keuangan. Serta selain itu, harapannya memperkuat kompetisi ICT solution Telkom Grup di sektor perbankan, dan asuransi,” tegas Andi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi Telkom membukukan kenaikan pendapatan 10,25 persen dari Rp 116,33 triliun menjadi Rp 126,26 triliun pada 2017. Meski demikian, usai dikurangi sejumlah beban, emiten telko ini mencatatkan laba usaha Rp 43,93 triliun, naik 12,09 persen dari posisi sebelumnya Rp 39,19 triliun. Kemudian perseroan membukukan kenaikan laba bersih 15,12 persen dari Rp 17,33 triliun menjadi Rp 19,95 triliun.

Sebelumnya, Equity analyst PT Sinarmas Sekuritas, Richard Suherman, menuturkan, tingkat persaingan perusahaan telekomunikasi cukup tinggi sampai kuartal IV-2017. Hal tersebut tergambar dari biaya data yang lebih rendah, yakni Rp 14,58 per mega byte (MB), atau turun 10,6 persen dari kuartal III-2017.

Richard menilai, kondisi persaingan yang ketat tetap berlangsung pada semester I-2018. Dengan kondisi tersebut, biaya data lebih rendah, tapi biaya pemasaran perusahaan telekomunikasi cenderung menguat.

"Namun harapannya, kondisi persaingan lebih rasional pada semester II-2018. Apalagi, saat itu batas waktu pendaftaran kartu subcriber identity module (SIM) telah selesai,” ujar Richard dalam risetnya.

Namun sebagai dampak prediksi persaingan di industri, Richard menilai, pada 2018 Telkom mungkinhanya membukukan kenaikan pendapatan konsolidasi dalam kisaran middle to high single digit. Sedangkan margin earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) Telkom dapat turun kisaran 1 persen hingga 2 persen. Penurunan itu disebabkan transformasi Telkom ke bisnis digital.

"Adapun untuk bisnis non-seluler Telkom, kami memproyeksi bahwa pelanggan baru Indihome bisa tumbuh 1,5 juta subscriber, naik 50 persen sehingga pencapaian itu dapat membantu kinerja perusahaan,” tegasnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Telkom Metra Akuisisi 51 Persen Saham SSI. Please share...!

Back To Top