Virtus Showcase 2018 Bahas IoT Bersama Ratusan Pelaku Industri di Indonesia

Elsa Mayasari, General Manager Virtus Technology Indonesia

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Virtus Technology Indonesia, penyedia solusi infrastruktur TI dan anak perusahaan CTI Group, menggelar konferensi dan pameran infrastruktur TI, Virtus Showcase 2018, bagi ratusan profesional industri di Surabaya, Kamis (26/4/2018). Konferensi yang memasuki tahun keenam ini diselenggarakan di Sheraton Hotel Surabaya dengan fokus pada teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi bisnis.

Mengangkat tema “Uncover Opportunities in The Age of Intelligent Things”, Virtus Showcase 2018 menghadirkan sejumlah pakar teknologi dan praktisi bisnis yang berbagi knowledge dan best practice IoT serta demo solusi agar peserta mendapatkan pengalaman langsung menggunakan solusi TI terkini. Berada di jajaran pembicara, Prof. Dr. Suhono Supangkat, Guru Besar Institut Teknologi Bandung dan inisiator konsep Smart City, memaparkan mengenai peluang dan tantangan dari implementasi IoT serta tren Industry 4.0 yang menandai era automasi industri dan pertukaran data. Sharing materi kemudian dilanjutkan oleh Dhany Kurniawan, Country Manager Check Point Indonesia dan Angela Disa Mohidi, Senior Channel Sales Manager Infrastructure Dell EMC Indonesia yang menjelaskan mengenai berbagai teknologi pendukung IoT.

Suasana seminar semakin hangat saat diskusi panel mengupas lebih dalam terkait adopsi IoT di beberapa sektor industri, seperti logistik, maritim dan manufaktur antara Suhono, Senior Vice President Marketing PT Pelindo III Erry Akbar Panggabean, dan Senior Manager Information System PT Semen Indonesia Asri Wahjusukrisno.

“IoT telah merevolusi cara kerja individu maupun perusahaan. Di era Intelligent Things ini, semua perangkat akan bisa berkomunikasi satu sama lain asalkan terhubung ke jaringan internet, mulai dari TV pintar, kantor pintar, bahkan kota pintar. Bisa dibayangkan peluangnya bagi bisnis. Dengan fungsi automation, sebuah pekerjaan dapat berjalan lebih mudah dan murah karena bisa menghemat biaya operasional, belum lagi mendorong inovasi produk dan layanan baru yang dapat menjadi sumber pendapatan organisasi. Untuk itu, melalui Virtus Showcase ini, profesional bisnis yang hadir dapat belajar bagaimana memanfaatkan IoT yang sesuai dengan goal perusahaan, harus mulai dari mana dan tantangan apa saja yang harus dihadapi,” ujar Elsa Mayasari, General Manager Virtus Technology Indonesia.

Riset yang dilakukan oleh Forrester mencatat bahwa di tahun ini IoT akan menjadi tulang punggung perusahaan dalam menciptakan customer value, sementara infrastruktur IoT akan bergeser ke platform IoT khusus dengan fokus pada faktor keamanan. Penggunaan perangkat IoT oleh industri pun semakin meningkat di mana survey mencatat dua tujuan utama dari adopsi ini adalah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (70%) dan keselamatan (56%). Melalui komunikasi antar perangkat tersebut, banyak data yang bisa diolah menjadi insight untuk mendorong peningkatan pendapatan di tahun berikutnya (53%), dan membuka pasar baru (51%).

“IoT adalah jembatan yang menghubungkan Teknologi Operasional dan Teknologi Informasi. Sebagai penyedia infrastruktur perangkat keras, perangkat lunak dan solusi keamanan end-to-end terkemuka, Dell Technologies memiliki sejarah panjang menghubungkan kedua teknologi tersebut. Selama lebih dari 18 tahun, tim Dell Global OEM Solutions telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di seluruh dunia, membantu mereka menghadirkan solusi inovatif ke pasar–secara optimal dan efisien–dengan mengintegrasikan teknologi kami ke teknologi mereka. Sebagai produsen peralatan asli, kami menangani semua rekayasa teknologi, desain, pengembangan dan dukungan yang dibutuhkan, sehingga mitra OEM kami dapat membawa inovasi utama mereka ke pasar lebih cepat dan meluangkan lebih banyak waktu untuk menciptakan nilai tambah yang lebih baik bagi pelanggan yang sama-sama kami layani,” jelas Catherine Lian, Managing Director, Dell EMC Indonesia.

“Keamanan cyber dan perlindungan data perlu menjadi inti dari strategi IoT sejak hari pertama di mana memiliki empat prinsip utama, yaitu: penemuan perangkat dan manajemen akses untuk mengotentikasi perangkat IoT sehingga menyulitkan hacker menyusup ke dalam jaringan, segmentasi jaringan cerdas untuk mengkarantina ancaman potensial dan membatasi penyebaran serangan ke jaringan lain, pencegahan ancaman dengan memblokir serangan apa pun sebelum masuk ke jaringan, dan integritas data melalui validasi informasi antar perangkat dalam jaringan. Melalui empat prinsip yang kami tawarkan, pelaku industri tidak perlu khawatir akan risiko serangan yang dapat mengakibatkan hilangnya data berharga maupun terhambatnya project IoT mereka,” ujar Dhany Kurniawan, Country Manager Check Point Indonesia. (dri)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Virtus Showcase 2018 Bahas IoT Bersama Ratusan Pelaku Industri di Indonesia. Please share...!

Back To Top