AXIQoe.com dan PrintQoe.com Perkuat Posisi Sebagai Platform Online B2B dan B2G Pilihan bagi Perusahaan dan Pemerintah di Jatim

(Ki-Ka) Wisnu Andhika (Head E-Purchasing Project), Sahat M. Sihombing (Presiden Direktur), Suyanni Sapoetro (Chief of Marketing & Corporate Communication), Adi Vidyanto (Chief of Strategic Business  Planning & PrintQoe.com)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com) Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah satu entitas penting dari proses pembangunan suatu daerah yang dibutuhkan bagi setiap negara, karena ketersediaan barang/jasa memberikan pengaruh langsung pada tata proses pembangunan serta dampaknya terhadap pelayanan masyarakat. Untuk itu, baik pemerintah maupun perusahaan dituntut untuk menjalankan kegiatan pengadaan barang/jasa secara transparan, akurat, efektif dan bersih.

Untuk memberikan wadah serta sebagai jembatan dalam pencapaian tersebut, dua layanan online business-to-business (B2B) dan business –to-government (B2G)  dari PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) yakni AXIQoe.com dan PrintQoe.com, terus memperkuat posisinya sebagai platform online yang dipercaya oleh perusahaan dan  pemerintah di Surabaya dan Jawa Timur. Kedua layanan online tersebut menjadi bagian dari komitmen AXI untuk menjawab tuntutan efisiensi dan efektifitas perusahaan dan pemerintah di era digital.

Layanan e-commerce AXIQoe.com, merupakan layanan belanja online terdepan yang menyasar pasar B2B dan B2G untuk memenuhi perlengkapan dan kebutuhan kantor seperti Office Supplies,Office Equipments dan Electronics, yang cakupannya telah membantu kebutuhan  bagi kota-kota di Jawa Timur, antara lain Malang, Madiun, Gresik, Sidoarjo, Banyuwangi hingga Madura. Sedangkan layanan PrintQoe.com hadir Sebagai layanan online printing B2B  dan B2G pertama di Indonesia yang melayani kebutuhan print on demand dan variable printing secara real time sehingga memudahkan perusahaan dalam memesan berbagai jenis produk cetakan dimana  dan kapan saja (24/7/2018).

Kota Surabaya yang  baru saja memenangkan predikat Special Mention pada Lee Kuan Yew World City Prize pada 2018 ini dan  tahun lalu mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 6%, sehingga membawa Jawa Timur menjadi salah satu Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia, yakni mencapai 5,21%, yang artinya lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,01%. Hal itu juga didukung oleh kuatnya konsumsi masyarakat, yang terindikasi dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada di tingkat optimis, yaitu 135,1 poin.

Sahat Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) mengatakan, “Data dari APJII mencatat bahwa penetrasi e-commerce di seluruh provinsi Jawa sebesar 58,08% di tahun 2017. Surabaya sendiri peringkat pertama kota di Indonesia sebagai kota dengan penetrasi e-commerce terbesar di Indonesia, yakni sebesar 71%. Hal ini jelas menunjukkan bahwa pengguna internet di Surabaya, termasuk korporasi dan Lembaga pemerintahan telah menempatkan belanja online sebagai bagian dari strategi untuk mengelola kebutuhan barang perkantoran lebih bijak dan cerdas melalui pemanfaatan teknologi digital. Layanan e-commerce AXIQoe.com merupakan pilihan tepat bagi perusahaan yang ingin mengatur pengeluaraan belanja kebutuhan kantor agar lebih efisien. AXIQoe.com, sebagai layanan e-commerce B2B memberikan keunggulan dan benefit dengan value terbaik.”

Selain bagi korporasi swasta, AXIQoe.com pun merupakan pilhan tepat bagi pemerintah di Surabaya dan kota – kota  di Jawa Timur, untuk belanja barang kebutuhan secara cepat, aman, dan transparan. Karena sejak September 2016 lalu, AXIQoe.com resmi menjadi penyedia online shop kebutuhan barang pemerintah melalui E-Katalog LKPP RI. E-Katalog sendiri menjadi instrumen baru dalam menciptakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang terbuka dan efisien. Melalui E-Katalog, pembelian barang dan jasa bisa dilakukan secara cepat dan mudah.

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Agus Prabowo mengatakan, ke depan mekanisme belanja pemerintah lewat e-purchasing akan terus meningkat dan sebaliknya, e-tendering akan semakin berkurang. "Sebelumnya, primadona pengadaan adalah tender. Sekarang kami geser bahwa pengadaan yang baik adalah yang mengadopsi mekanisme pasar sepanjang itu terbuka dan adil melalui government e-marketplace," kata Agus Prabowo.

LKPP akan mengekstensifikasi government e-marketplace melalui penguatan kelembagaan, yaitu dengan menggabungkan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dan unit layanan pengadaan (ULP) menjadi satu lembaga. "Kedua lembaga akan digabung menjadi satu lembaga yang nama generiknya UKPBJ atau Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Kedepan LKPP akan mendelegasikan kewenangan e-katalog ke kementerian, lembaga dan daerah melalui UKPBJ," ucap Agus.

PrintQoe.com, Siap Penuhi kebutuhan cetakan bagi Perusahaan dan Pemerintah di Jawa Timur

Industri grafika di Indonesia memiliki pertumbuhan yang cukup pesat, pertumbuhan pasarnya hingga 5%. Permintaan cukup kencang juga terjadi di industry cetak digital, yaitu mencapai 12%. Mengakibatkan permintaan cetak offset cenderung stagnan karena peralihan ke industri cetak digital dan online.

Sebagai catatan, industri printing Jawa Timur mengalami pertumbuhan cukup signifikan rata-rata 4,56% per tahun atau di atas pertumbuhan rata-rata industri pengolahan lainnya yang hanya tumbuh 4,51%. Dengan ini, industri printing telah masuk lapangan usaha untuk industri pengolahan yang menyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada Q1 2017 lalu sekitar 29,30%, naik 8,60% dari tahun 2016 dan diprediksi akan terus tumbuh.

Pertumbuhan bisnis printing di Jawa Timur juga semakin dinamis dengan semakin sering di helatnya sosialisasi Indonesia Convention and Exhibition Bureau (INACEB), yang merupakan mitra strategis promosi kegiatan meetings, conference and exhibitions (MICE) oleh Kementerian Pariwisata di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Dalam rangka memanfaatkan kesempatan ini, Kota Surabaya masuk sebagai kota yang diandalkan untuk bisnis MICE di tahun 2018.

Sektor MICE memiliki multiplier effect yang sangat besar hingga menjadi potensi bisnis menjanjikan, mulai dari event organizer, jasa transportasi hingga produk percetakan seperti Books, Flyers, Letterhead, Brochure, Business Card, Envelope, Manuals, dan Certificates dll. Melihat potensi bisnis seperti ini Surabaya mulai mengembangkan visi menuju kota wisata MICE terdepan di Indonesia.

Sahat Sihombing menambahkan, “Data yang diperoleh dari Kementerian Pariwisata, dalam setahun setidaknya ada 350.000 orang mengikuti berbagai acara MICE di Indonesia dengan transaksi lebih dari Rp 25 Triliun. Tahun ini Surabaya adalah salah satu kota yang menjadi fokus pengembangan wisata MICE di Indonesia, sehingga pasti akan sangat besar permintaan produk percetakan seperti flyer, business card, manuals dll. Salah satu layanan kami PrintQoe.com telah siap untuk berkolaborasi dengan kota/kabupaten setempat di Jawa Timur, termasuk Surabaya untuk menjadi jembatan untuk terpenuhinya segala kebutuhan untuk wisata MICE.”

Layanan PrintQoe.com dan AXIQoe.com melalui jaringan distribusi Astragraphia telah menjangkau 514 kota dan kabupaten di Indonesia sehingga cepat dan mudah dilakukan, dimanapun dan kapanpun. Sebagai informasi tambahan, AXI melalui AXIQoe.com pada 2017 lalu meraih peningkatan kontribusi  pendapatan bersih sebesar 37% terhadap revenue induk perusahaan Astragraphia secara konsolidasi. (dri)

Labels: IPTEK

Thanks for reading AXIQoe.com dan PrintQoe.com Perkuat Posisi Sebagai Platform Online B2B dan B2G Pilihan bagi Perusahaan dan Pemerintah di Jatim. Please share...!

Back To Top