GDST Tingkatkan Penjualan Ekspor 30 Persen

Jajaran direksi dan komisaris PT Gunwasan Dianjaya Steel Tb: Komisaris Gwie Gunadi Gunawan (Kanan) dan Direktur Hadi Sutjipto (dua dari kanan) usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Surabaya, Rabu (23/5/2018)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) tahun ini berusaha meningkatkan porsi penjualan eskpor sebesar 30 persen, untuk memenuhi target penjualan Rp 1,2 triliun dan laba Rp 60 miliar.

"Untuk meningkatkan porsi penjualan ekspor, perseroan telah mengambil strategi unuk berkolaborasi dengan para pemasok bahan baku dan sekaligus pemberi kredit (trade finance) untuk memberikan kelonggaran pembayaran bahan baku maksimal sampai 4 bulan," kata Direktur GDST, Hadi Sutjipto, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) di Surabaya, Rabu (23/5/2018).

Hadi mengatakan, kerja sama dengan para pemasok di Jepang, Singapura dan Jerman itu juga terkait dengan kelancaran pasokan bahan baku. Kelonggaran pembayaran bahan baku serta ditunjang jaminan pasokan dan efisiensi proses produksi, diharapkan dapat menciptakan harga jual baja yang kompetitif dan mampu bersaing di pasar ekspor.

"Kami yakin strategi kolaborasi dengan pemasok bahan baku ini bisa meningkatkan penjualan ekspor kami menjadi 30 persen," tambahnya.

Hadi menjelaskan, kolaborasi dengan pemasok juga didorong oleh ketidakseimbangan antara harga jual produk dan harga bahan baku yang terus mengalami kenaikan sejak akhir tahun lalu hingga di triwulan pertama 2018. Harga jual mengalami kenaikan karena didorong kenaikan harga bahan baku, sedangkan harga bahan baku karena mengikuti kenaikan harga minyak dunia.

"Namun yang terjadi sekarang kenaikan harga jual jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan harga bahan baku. Harga jual produk naik 27 persen. Sedangkan harga bahan baku naik rata-rata 40 persen," ungkapnya.

Menurutnya, ketidakseimbangan kenaikan harga itu pula yang menyebabkan laba perseroan sempat anjlok sekalipun penjualan mengalami peningkatan di tahun 2017 lalu. Penjualan mencapai Rp 1,2 trliun, tetapi laba hanya sebesar Rp 20,3 miliar atau turun dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 31,7 miliar dengan penjualan mencapai Rp 756 miliar. Ketidakseimbangan harga jual dan bahan baku itu rupanya masih berlanjut di triwulan pertama 2018 yang menyebabkan kinerja perseroan mencatat penjualan Rp 300 miiar dengan laba minus Rp 500 miliar.

"Harapan kami kerjasama dengan pemasok bahan baku itu juga bisa mengurangi kesenjangan antara harga jual dan harga bahan baku. Sehingga kami pun optimistis bisa meningkatkan penjualan ekspor dan target penjualan Rp 1,2 trliun dan laba Rp 60 miliar tahun ini akan tercapai," pungkasnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading GDST Tingkatkan Penjualan Ekspor 30 Persen. Please share...!

Back To Top