Perluas Bisnis Hilir Migas, Exxon Mobil Kucurkan US$ 544 Juta

Ilustrasi Exxon Mobil ( Foto: Istimewa )


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Exxon Mobil memperluas bisnis hilir migasnya di Indonesia dengan melakukan akuisisi dan meneken kontrak baru senilai US$ 544 juta. Ekspansi dilakukan untuk bisnis pelumas dan bahan bakar minyak (BBM).

Vice President Public and Government Affair Exxon Mobil Indonesia Erwin Maryoto menuturkan, pihaknya terus mengevaluasi semua peluang investasi yang ada di Indonesia. Salah satunya pihaknya melihat apakah peluang yang ada sesuai dengan tujuan bisnis perusahaan.

“Kami lihat Indonesia adalah pasar yang bertumbuh dengan cepat, sehingga kami terus berinvestasi, enggak hanya di hulu, tetapi juga hilir dan petrokimia,” kata dia di sela The 42nd IPA Convention and Exhibition 2018 di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Perluasan bisnis di hilir, diwujudkan Exxon Mobil dengan mengakuisisi 100% PT Federal Karyatama, pemilik merek pelumas Federal Oil dan anak usaha PT Mitra Pinasthika Mulia Tbk. Transaksi akuisisi itu ditargetkan rampung pada kuartal ketigas 2018 dengan biaya investasi sekitar US$ 436 juta atau Rp 6,08 triliun.

Menurut Erwin, akuisisi ini akan melengkapi bisnis pelumas Exxon Mobil di Indonesia. Saat ini perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut telah memasarkan pelumas khusus kendaraan roda empat dengan merk Mobil1. Akuisisi Federal Oil membuat perusahaan memiliki pasar pelumas kendaraan roda dua di Indonesia.

“Karena kami lihat pasar lubricant di Indonesia adalah salah satu pasar lubricant yang berkembang sangat cepat di Asia Pasifik,” jelas Erwin. Dia optimistis pangsa pasar pelumas Exxon Mobil akan naik meningkat signifikan lantaran Federal Oil sendiri memiliki pasar cukup besar.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan ekspansi bisnis penjualan BBM untuk industri. Sejak tahun lalu, Exxon Mobil telah menggandeng PT Indomobil Prima Energi untuk menjual BBM kepada industri di Jawa. Selanjutnya, Exxon Mobil bakal masuk ke pasar BBM industri di Balikpapan.

“Kami juga sudah tanda tangan untuk dewa fuel terminal and storage di Balikpapan dengan anak usaha Indika Energy,” tutur dia.

ExxonMobil juga menandatangani kontrak sewa fasilitas jasa storage dengan PT Kariangau Gapura Terminal Energi, anak usaha dari PT Indika Energy Tbk, pada April lalu. Dalam kontrak itu, Kariangau Gapura Terminal Energy bakal membangun, memiliki, dan mengoperasikan terminal storage untuk penyimpanan dan pengiriman BBM di Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, secara eksklusif untuk ExxonMobil.

“Kontraknya untuk 20 tahun dengan opsi perpanjangan kontrak 10 tahun. Nilai kontraknya kurang lebih US$ 108 juta,” ujar Erwin.
Rencananya, kapasitas penyimpanan BBM ini sebesar 100 ribu kilolitre (KL). Tambahan penyimpanan ini disebutnya akan membantu upaya pemerintah menciptakan ketahanan energi nasional. Pasalnya, pemerintah mendorong perusahaan untuk memiliki banyak penyimpanan BBM di daerah-daerah. BBM yang dijual merupakan produksi Exxon Mobil.

“Kami mengambil dari wilayah Asia Pasifik. Kami ambil dari Singapura dan Thailand,” kata dia. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Perluas Bisnis Hilir Migas, Exxon Mobil Kucurkan US$ 544 Juta. Please share...!

Back To Top