Rektor dan Sivitas UNAIR Mengutuk Terorisme

(Foto: Humas UNAIR)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya Minggu pagi (13/5/2018) menimbulkan keresahan di masyarakat. Salah satu lokasi pengeboman terdekat dengan kampus Universitas Airlangga adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang terletak di Ngagel, Gubeng, Surabaya.

Terkait aksi terorisme itu, Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih mengutuk keras segala bentuk tindakan teror dan kekerasan yang mengatasnamakan agama. Rektor juga mengimbau kepada seluruh sivitas dan masyarakat agar tidak terpecahbelah dan melawan segala aksi terorisme. Berikut statemen Rektor UNAIR terkait pengeboman di Surabaya.

Seluruh pimpinan dan civitas akademika Universitas Airlangga:

  1. Mengutuk keras pelaku dan aktor intelektual aksi teror pengeboman gereja di Surabaya yang merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.
  2. Mengutuk keras serta tidak dapat membenarkan penggunaan atribut serta term agama dalam aksi teror. Tidak ada satupun agama membenarkan aksi teror.
  3. Bersatu padu, tidak terpecahbelah, serta bergotong royong melawan dan mencegah terorisme serta mendukung penuh upaya aparat untuk memberantas terorisme hingga ke akar dan penyebabnya.
  4. Warga kampus UNAIR bersatu melawan terorisme, radikalisme, dan segala tindakan dan aksi anti agama dan anti kemanusiaan. (dri)

Labels: Pendidikan

Thanks for reading Rektor dan Sivitas UNAIR Mengutuk Terorisme. Please share...!

Back To Top