Indoritel Targetkan Pendapatan Naik Dua Kali Lipat

Presiden Direktur PT Indoritel Makmur Iternasional Tbk (DNET) Haliman Kustedjo (kedua kiri) didampangi jajaran direksi usai RUPS perseroan di Jakarta Kamis 28 Juni 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) menyasar kenaikan pendapatan tahun ini akan berkisar dua kali lipat dari realisasi Rp 56,37 miliar pada akhir 2017. Anak usaha di bidang serat optik akan menjadi kontributor utama kenaikan bisnis perseroan.

Presiden Direktur Indoritel Makmur Internasional, Haliman Kustedjo, menyatakan, perseroan tidak membagikan dividen atas laba tahun 2017. Sebaliknya, Indoritel memilih menahan laba bersih untuk menunjang pengembangan bisnis. Adapun PT Mega Akses Persada, yang menyediakan layanan serat optik Fiberstar, diakui membutuhkan pendanaan yang cukup besar secara berkelanjutan untuk pengembangan jangkauan wilayah.

"Tahun ini kami menargetkan, Fiberstar dapat menambah pembangunan jaringan serat optik sebanyak 180.000 homepassed, sehingga secara total akan menjadi 368.098 homepassed. Kemudian panjang kabel serat optik milik Fiberstar akan naik menjadi 10.877 kilometer (Km), dan tersedia di 103 kota dari 14 provinsi," ujar Haliman di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Sementara tahun lalu untuk homepassed, Fiberstar berhasil menambah 107,9 persen hingga menjadi 97.621, dan panjang serat optik mencapai 5.117 Km atau naik 38,51 persen. Adapun penambahan panjang serat optik Mega Askes Persada (MAP), banyak didukung penyelesaian kabel serat optik Jakarta-Surabaya-Denpasar yang memiliki panjang 1.650 Km pada 2017.

Haliman menuturkan, selain ekspansi jaringan, pihaknya juga aktif menambah jumlah pelanggan dari 3.994 menjadi 9.520 pada akhir 2017. Untuk komposisi, pelanggan rumah Fiberstar mendominasi hingga 86 persen, dan sisanya merupakan pelanggan korporasi. "Untuk ke depan, kami berharap Fiberstar dapat menjangkau hingga 200 kota dari posisi saat ini yang baru sekitar 103 kota," tegasnya.

Untuk mendukung ekspansi, Haliman mengakui, perseroan dapat menggunakan stand by loan dari perbankan selain menggunakan dana hasil laba ditahan. Selain itu, pihaknya juga masih memiliki pendanaan yang memadai.

Haliman mengemukakan, pada 2015 Indoritel Makmur mendapat pendanaan Rp 1,5 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Lalu perseroan juga meraih fasilitas kredit Rp 2 triliun dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada Desember 2017.

"Nilai pinjaman yang diraih perseroan cukup besar, dan tidak mungkin diserap sekaligus. Namun Indoritel Makmur berkomitmen untuk menggunakannya demi mendukung pengembangan bisnis Mega Akses Persada (Fiberstar), dan sejumlah entitas asosiasi lainnya," papar Haliman.

Adapun dia yakin, semua investasi yang dijalankan perusahaan melalui anak usaha, dan entitas asosiasi dapat membuahkan hasil yang positif ke depan. Salah satu wujud nyata hal tersebut, antara lain pencapaian total pendapatan Rp 24,69 miliar selama kuartal I-2018. Padahal, pada periode sama 2017 emiten berkode sama DNET ini hanya membukukan total pendapatan Rp 9,42 miliar.

Selain bisnis di jaringan fiber optic, Haliman juga mengomentari ekspansi di bisnis konsumer. Contohnya PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), dengan brand KFC. Menurutnya, KFC akan terus berinovasi, dan berpotensi menambah hingga 60 gerai pada 2018. Kemudian, Indoritel tetap ekspansif melalui bisnis entitas asosiasi lainnya, yakni PT Indomarco Prismatama yang memiliki gerai Indomaret. Haliman menyatakan, Indomaret telah memiliki melalui gerai sekitar 15.600 di beberapa wilayah Indonesia. "Kami berkomitmen mendukung pengusaha menengah dan kecil, dengan membantu menyalurkan barang yang diproduksinya di gerai Indomaret," ungkap dia.

Adapun Indoritel Makmur optimistis dengan propek dari bisnis Sariroti dari PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Pasalnya, entitas asosiasi tersebut, tengah dalam masa ekspansi untuk menambah pabrik di Gresik, dan Lampung. “Untuk pendanaan Nippon Indosari Corpindo memilih opsi rights issue, dan sudah aman,” papar Haliman.

Terkait pendanaan, sebelumnya Corporate Communication Nippon Indosari Corpindo Stephen Orlando memaparkan, pihaknya fokus menggunakan dana internal yang diraih dari penawaran umum terbatas I (PUT I) pada 2017 untuk keperluan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Sebab, tahun lalu emiten berkode sama ROTI ini sudah meraih dana Rp 1,4 triliun dari skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Indoritel Targetkan Pendapatan Naik Dua Kali Lipat. Please share...!

Back To Top