Mei 2018, Inflasi Jatim 0,17 Persen

Teguh Pramono, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur

SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat, pada Mei 2018, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tujuh kota mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.

Teguh Pramono, Kepala BPS Jatim mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep yang mencapai 0,30 persen, sedangkan deflasi yang terjadi di Kediri yaitu sebesar 0,17 persen. "Setelah Sumenep, kota lainnya yang mengalami inflasi yaitu Malang sebesar 0,29 persen, Jember sebesar 0,25 persen, Surabaya sebesar 0,17 persen, Banyuwangi sebesar 0,13 persen, Madiun sebesar 0,12 persen, dan Probolinggo sebesar 0,09 persen," kata Teguh, Senin (4/6/2018).

Menurutnya, ada tiga komoditas penyumbang tertinggi inflasi di Jatim, diantaranya, telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan daging ayam ras. Hal itu dipengaruhi karena tingginya permintaan telur ayam menjelang bulan puasa membuat harga telur ayam naik drastis di pasaran.

Walaupun di akhir bulan Mei, harga telur ayam ras sudah berangsur-angsur turun. Namun secara rata-rata harga telur ayam di bulan Mei lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Begitu juga dengan angkutan udara juga terjadi kenaikan tarif salah satunya di Kota Malang. Sementara untuk komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi yaitu bawang putih, beras, dan cabai merah. Teguh menjelaskan bahwa permintaan bawang putih menjelang bulan puasa juga mengalami kenaikan.

Namun harga bawang putih di pasaran dapat dikendalikan oleh pemerintah sehingga mengalami penurunan. Selain itu, masuknya bawang putih impor juga membuat stok menjadi melimpah. Hal itu juga serupa dengan beras dan cabai merah di Jatim.

"Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi di atas, komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Mei ialah kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, tempe, pir, makanan ringan/snack, dan batu bata/batu tela. Sedangkan komoditas lain yang menjadi penghambat inflasi ialah cabai rawit, tomat sayur, mujair, gipsum, wortel, gula pasir, dan jagung manis," jelasnya.

Selama Mei 2018, lanjut Teguh, dari tujuh kelompok pengeluaran, ada enam kelompok mengalami infasi, dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok kesehatan sebesar 0,44 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,26 persen.

Lebih jauh Teguh mengatakan, laju inflasi bulan Mei 2018 mencapai 1,18 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2018 terhadap Mei 2017) mencapai 2,74 persen. "Pada Mei 2018 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,59 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,29 persen," tutupnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Mei 2018, Inflasi Jatim 0,17 Persen. Please share...!

Back To Top