Akibat Kenaikan Cukai, Volume Penjualan Rokok Turun 2% per Tahun

Media Gathering PT. HM Sampoerna, Tbk di Tanamera Coffee, House of Sampoerna Surabaya, Selasa (24/7/2018)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Industri rokok nasional terus mengalami penurunan. Penurunannya mencapai 2% setiap tahun sejak 2016.

Director of External & Fiscal Affairs PT HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita, mengungkapkan, penurunan volume penjualan rokok sekitar 2% tiap tahun itu sebagian besar karena kenaikan cukai. "Kenaikan cukai rata-rata sekitar 10-11% setiap tahun. Hal ini mendorong penurunan volume penjualan rokok sekitar 2% tiap tahun,” tandasnya, di acara Media Gathering PT. HM Sampoerna, Tbk di Surabaya, Selasa (24/7/2018).

Menurutnya, penurunan volume penjualan akibat naiknya cukai rokok ini tentu sangat mengkhawatirkan. Karena, tuturnya, penurunan industri rokok akibat kenaikan cukai bukan karena banyak orang berhenti merokok, tapi karena pindah ke rokok ilegal atau tanpa cukai. "Kekhawatiran kami, penurunan industri rokok bukan karena banyak orang berhenti merokok, melainkan banyak yang mengkonsumsi rokok-rokok tanpa cukai, atau rokok ilegal yang beredar di pasaran,” tandas Elvira.

Ditegaskan, rokok ilegal yang sekarang banyak beredar di pasaran jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi yang memiliki cukai. Karena, ketika tarif cukai makin tinggi, otomatis harga rokok jadi lebih mahal. "Jika harga rokok menjadi mahal atau jauh di luar daya beli masyarakat, maka mereka bakal mencari rokok lebih murah. Lantas, rokok murah itu ya rokok yang tidak memiliki cukai atau rokok yang berbahaya. Hal inilah yang wajib kita hindari,” tegasnya.

Sampoerna sendiri, lanjut perempuan cantik ini, menghadapi situasi seperti ini di antaranya tetap menjaga kualitas produk yang ditawarkan. "Sebagai pemangku terbesar pasar rokok di Indonesia, langkah yang kami ambil adalah menjaga kualitas produksi dan kinerja perusahaan. Kami harus lebih efisien dalam hal operasional,” ujarnya.

Namun demikian, harap Elvina, penurunan volume industri rokok ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja maupun petani tembakau. "Harapan pelaku industri, untuk menahan laju penurunan industri rokok, tahun ini jangan ada kenaikan cukai,” tutupnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Akibat Kenaikan Cukai, Volume Penjualan Rokok Turun 2% per Tahun. Please share...!

Back To Top