Berhasil Diteliti, Hidrogel Pencegah Perlekatan Luka Pasca Operasi

Yolanda dan kawan-kawan dalam Tim PKM-PE sedang melakukan penelitian di laboratorium FST UNAIR


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Adhesi intraperitoneal merupakan kasus yang sering terjadi pada pasien yang telah menjalani operasi laparatomi maupun ginekologi. Adhesi adalah suatu perlekatan patologis yang abnormal, biasanya muncul antara omentum, usus dan dinding perut. Perlekatan ini berupa jaringan ikat tipis dan fibrous tebal yang berisi pembuluh darah dan saraf. Hal ini diakibatkan dari infeksi dalam perut bagian dalam dan adanya trauma pasca operasi bedah.

Untuk mengatasi permasalahan adhesi intraperitoneal, tiga mahasiswa Universitas Airlangga berhasil melakukan penelitian menggunakan hydrogel untuk dapat mencegah terjadinya adhesi intraperitoneal.

Penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) ini diketuai Yolanda Citra Ayu Priskawati, dengan anggota Titin Widya Anjar Sari dan Firza. Dibawah bimbingan Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio., CCD., proposal Yolanda Dkk yang berjudul “Studi In Vivo Hyaluronic Acid – Kitosan - Allium sativum sebagai Antiadhesi Intraperitoneal” lolos seleksi Dikti dan memperoleh dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2018.

Dijelaskan oleh Yolanda, prevalensi kasus adhesi intraperitoneal itu sendiri sekitar 90%-93% terjadi pasca operasi bedah laparatomi. Adhesi ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kelainan seperti obstruksi usus, infertilitas, sakit perut kronis, kesulitan dalam re-operative, bahkan kematian.

Sementara tenaga medis saat ini dalam melakukan pencegahan adhesi dengan barrier cair seperti normal salin, disamping itu memiliki kelemahan, yaitu cepat terserap oleh tubuh dan sering kali adhesi masih terbentuk. Sering kali pula mereka menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid dan hormon, namun dinilai masih kurang efektif dalam mencegah adhesi. Dalam penggunaan barrier padat seperti membran dan film, juga masih sulit dalam pengaplikasiannya karena melekat pada sarung tangan bedah.

Cepat Menutupi Luka

Dari permasalahan inilah Yolanda Citra Ayu Priskawati, Titin Widya Anjar Sari, dan Firza membuat inovasi barrier dalam bentuk hydrogel berbasis hyaluronic acid-Kitosan. Inovasinya ini memiliki keunggulan dapat menutupi seluruh daerah luka, dapat mempercepat penyembuhan luka dan dapat terdegradasi sesuai masa penyembuhan. ”Disinilah kami berusaha untuk melakukan inovasi dengan penambahan Alllium sativum (ekstrak bawang putih) sebagai agen anti bakteri dan anti inflamasi,” kata Yolanda.

Guna mengetahui potensi dan tingkat keefektifan dari hydrogel ini, lanjut Yolanda, akan dilakukan serangkaian uji in vitro, yaitu uji Fourier Transform Infra Red (FTIR) untuk mengetahui gugus fungsi, uji swelling untuk mengetahui kemampuan hydrogel dalam penyerapan cairan tubuh, uji degradasi untuk mengetahui waktu berat hilang pada hydrogel, uji antibakteri untuk mengetahui keefektifan hydrogel dalam menghambat pertumbuhan bakteri, dan uji sitotoksisitas untuk mengetahui sifat toksik dari hydrogel tersebut.

”Selain serangkaian uji in vitro tersebut, kami juga akan melakukan uji in vivo pada hewan coba. Harapan kami hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk aplikasi agen anti adhesi peritoneal dalam bidang medis dan dapat dilanjutkan dalam tahap uji klinis,” kata Yolanda mengakhiri penjelasannya. (dri)
Labels: Pendidikan

Thanks for reading Berhasil Diteliti, Hidrogel Pencegah Perlekatan Luka Pasca Operasi. Please share...!

Back To Top