Gim Lokal Mulai Rambah Playstation dan Nintendo Switch

Gim Ghost Parada buatan Lentera Nusantara. ( Foto: Istimewa)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Gim buatan para pengembang lokal mulai unjuk gigi di pasar internasional. Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf memaparkan, tahun 2017 menandai debut developer gim Indonesia di platform PlatStation dengan perilisan Fallen Legion di PS4 dan PSVita. Game ini dikembangkan oleh Mintsphere dari Jakarta. Tahun ini, Mojiken Studio Surabaya melalui Toge Production Tangerang juga merilis Ultra Space Battle Brawl, gim Indonesia pertama di platform Nintendo Switch. Hal ini akan segera diikuti juga oleh Lentera Nusantara dengan gim Ghost Parada dan Agate dengan gim Valthirian Arc: Hero School Story.

"Pengembang gim lokal sudah mampu bersaing dengan pengembang luar. Buktinya beberapa gim lokal sudah mendapatkan akses development kit dari PlayStation, Nintendo Switch, dan yang lainnya," kata Triawan Munaf, di sela acara Bekraf Game Prime 2018, di Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Pada tahun 2017, Legrand Legacy dan My Lovely Daughter juga meraih peringkat ketiga dan kedua di Game Developer World Championship 2017. Prestasi internasional lain, Kings Play dari Mintsphere (Jakarta) menyabet satu gelar, Best Upcoming Games di International Mobile Gaming Award SEA 2017.

Dari sisi platform, Android masih menjadi platform favorit developer untuk mengembangkan gim. Total ada 77% developer gim di Indonesia mengembangkan gim untuk platform ini. Diikuti dengan Steam (PC) dengan 33%. Banyak juga gim buatan developer Indonesia yang mendapatkan lebih dari 10 juta unduhan di toko aplikasi seperti Ninja Fishing (Menara Games, Bandung), Mini Racing Adventures (Minimo, Pati), Icon Pop Quiz (Alegrium, Jakarta) dan Tebak Gambar (Kardus Imajinasi, Jakarta).

Ditambahkan Deputi Infrastuktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, kualitas gim buatan pengembang lokal sebenarnya tidak kalah dengan pengembang luar negeri. Hanya saja jumlah pengembang gim lokal masih sangat sedikit, padahal pertumbuhan industri gim di Indonesia termasuk yang paling besar di kawasan Asia Tenggara.

Newzoo memperkirakan pada tahun 2017 nilai industri gim di Indonesia mencapai USD 882 juta, naik sekitar USD 200 juta dibandingkan 2016. Sayangnya kontribusi pengembang gim lokal terhadap industri gim di Indonesia hanya 5%, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,5%. "Kalau jumlah gim developernya sama, sementara marketnya terus naik, pastinya kontribusi pengembang gim lokal akan semakin turun. Saat ini jumlahnya hanya ada sekitar 171 pengembang gim," ujar Hari. (sd)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Gim Lokal Mulai Rambah Playstation dan Nintendo Switch. Please share...!

Back To Top