Kalbe Farma Gandeng Hanbang Bio Bangun Laboratorium Budidaya Bibit

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahannya PT Bintang Toedjoe melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Hanbang Bio Korea Selatan dan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan basis Akademisi, Bisnis dan Government Society (ABGS)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahannya PT Bintang Toedjoe, menjalin kerja sama transfer teknologi dengan Hanbang Bio Korea Selatan (Korsel), dan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan basis akademisi, bisnis, dan government society (ABGS). Realisasi kerja sama transfer teknologi ini, diwujudkan dengan membangun laboratorium kultur jaringan (tissue culture) di Fakultas Teknobiologi Ubaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Pembangunan laboratorium ini menelan investasi Rp 6 miliar.

Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Dr Eng Hotmatua Daulay, mengatakan, pihaknya memberikan dukungan terhadap upaya yang dirintis Bintang Toedjoe.

"Pemerintah mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan untuk ikut berkolaborasi," kata Hotmatua Daulay.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius menjelaskan, setiap tahun pihaknya menyediakan alokasi anggaran untuk penelitian. "Ada alokasi anggaran tersendiri, dan ide yang mulai dibicarakan sejak 2011 akhirnya bisa direalisasikan tujuh tahun kemudian," ungkap Vidjongtius.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, Simon Jonatan menjelaskan, selama ini pihaknya melakukan impor ginseng sebanyak 50 ton per tahun, sebagai salah satu bahan dasar dari produk Extra Joss. "Ini end to end kolaborasi, sinergi untuk bisnis. Dengan kerja sama yang kami lakukan sekarang ini, diharapkan mampu meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi nilai ketergantungan impor," ujarnya.

Menurut Simon, budidaya bibit unggul akan di lakukan di laboratorium tersebut. "Saat ini sedang dikembangkan untuk ginseng dan jahe merah. Selanjutnya akan dikembangkan lebih luas lagi seperti temulawak, tumeric dan rempah-rempah lainnya," tambahnya.

Simon menambahkan, tujuan akhir dari kerja sama ini adalah mengintegrasikan pembibitan dengan kegiatan CSV Bintang Toedjoe, dimana bibit yang dihasilkan akan disalurkan kepada petani yang telah bekerja sama. "Kami berusaha membantu industri dalam negeri dengan memberdayakan kalangan petani. Tentunya juga dengan memperhatikan kesejahteraan mereka," tandasnya.

Langkah yang ditempuh, lanjut Simon, bibit unggul yang secara kualitas dan masa tanam lebih singkat yang telah disalurkan kepada petani, jika panen akan dibeli lagi oleh Bintang Toedjoe. "Jadi, hasil panen petani akan dibeli kembali oleh perusahaan sebagai bahan baku Industri. Harapannya, CSV ini dapat membentuk farmer community development yang berkelanjutan," tegasnya.

Simon menambahkan, untuk pembangunan laboratorium dan fasilitasnya, pihaknya telah menggelontorkan investasi awal sebesar Rp 6 miliar. "Itu murni dari Bintang Toedjoe, untuk selanjutnya dibutuhkan investasi sebesar Rp 200 miliar untuk in-vitro production dan ex-vitro benih," pungkasnya. (dri)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Kalbe Farma Gandeng Hanbang Bio Bangun Laboratorium Budidaya Bibit. Please share...!

Back To Top