Peneliti Fuel Cell Raih BJ Habibie Technology Award

BJ Habibie Technology Award 2018 di Auditorium BPPT, Jakarta, 10 Juli 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Prof Dr Eng Eniya Listiani Dewi B.Eng M.Eng, menjadi perempuan pertama peraih Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie Technology Award 2018. Eniya terpilih atas penemuannya di bidang teknologi fuel cell yang menghasilkan energi bersih dan ramah lingkungan. Eniya yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terpilih setelah melalui seleksi ketat dan menjadi peraih penghargaan BJ Habibie Technology Award yang ke-11.

Hadir dalam penganugerahan tersebut Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ Habibie, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Kepala BPPT Unggul Priyanto, dan sejumlah kepala lembaga pemerintah nonkementerian serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Eniya mengungkapkan, penghargaan ini menjadi kebanggaan tak terkira, apalagi dirinya menjadi perempuan pertama peraih BJ Habibie Technology Award 2018. Terlebih, banyak negara yang mulai menghapus sumber energi konvensional dan beralih ke energi baru terbarukan (EBT). Indonesia menargetkan kontribusi EBT tahun 2025 sebesar 23 persen. Saat ini baru 12 persen. "Sejak 2004 saya sudah mengembangkan sistem penyimpanan energi hidrogen. Energi tidak hanya disimpan dalam baterai tapi juga gas," katanya di sela-sela BJ Habibie Technology Award 2018 di Auditorium BPPT, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia ke-3, BJ Habibie bersyukur di usianya yang ke-82 bisa hadir dalam BJ Habibie Technology Award. Menurutnya penerima BJ Habibie Technology Award 2018 ini adalah generasi penerus. "Kalau saya adalah generasi peralihan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Habibie pun mengingatkan bahwa negara ini tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA). Sebab SDA telah membiayai pengembangan sumber daya manusia (SDM). "Oleh sebab itu SDM harus mengembangkan teknologi untuk memberi nilai tambah dari SDA itu," ucapnya.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, juga mengaku mengenal Eniya saat dirinya menjabat sebagai Menristekdikti. Dirinya selalu merespon berbagai inovasi BPPT yang memiliki sumber daya berkualitas. "Fuel cell ini diharapkan bisa didorong sebagai energi baru terbarukan ke depan lebih baik lagi," ujarnya.

Nasir mengingatkan, negara manapun tidak akan mampu bersaing dan menjadi pemenang walaupun memiliki jumlah penduduk atau pun SDA besar. Negara pemenang lanjutnya, adalah negara yang mempunyai inovasi. Tanpa itu ketinggalan dari negara-negara lainnya. (sd)

Labels: IPTEK

Thanks for reading Peneliti Fuel Cell Raih BJ Habibie Technology Award. Please share...!

Back To Top