Sakura Garden City Bidik Generasi Milenial

Nobuya Ichiki, Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti (kiri), dan Edward Sinanta (kanan) disela-sela paparan proyek Sakura Garden City


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Generasi milenial memiliki potensi pasarnya relatif besar di Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Daiwa House memutuskan untuk memasuki pasar properti Indonesia. Perusahaan asal negeri Sakura menyadari bahwa banyak pemilik rumah potensial di Jakarta memiliki kendala keuangan dalam mencari perumahan yang cocok untuk keluarga dan gaya hidup.

Daiwa House Industry, kontraktor terbesar di Jepang bersama JOIN (gabungan BUMN Jepang dan swasta yang khusus berinvestasi di luar negeri) menggandeng pengembang lokal, Trivo Group, membangun superblok Sakura Garden City (SGC) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Rencananya, SGC memiliki 12 tower apartemen dan pusat perbelanjaan seluas 30.000 m2 ini diapit akses tol Jagorawi dan tol JORR serta terhubung stasiun light rail transit (LRT) Ciracas, Jakarta Timur.

Di bawah bendera PT Sayana Integra Properti, nantinya superblok seluas 10 hektar ini akan menyasar kalangan milenial dengan harga terjangkau. Menurut Nobuya Ichiki Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti, superblok ini dengan 60% area terbuka hijau ini selain menyediakan hunian vertikal (apartemen), pusat perbelanjaan (mal), rumah toko (ruko), restoran, hingga klinik. Rencananya juga akan dibangun gedung perkantoran, hotel dan rumah sakit.

Ia memperkirakan, untuk tahap awal akan menggelontorkan dana sekitar US$ 80 juta (Rp 1,1triliun) untuk pembangunan superbok tersebut.Selanjutnya, akan ditambah secara bertahap sesuai progres pembangunan. "Pembangunan akan dilakukan empat tahap dan pendanaanya berasal dari kas internal dan pra-penjualan," katanya.

Tahap I, 4 Tower Strata Apartemen Middle Grade & Ruko Retail Promenade. Tahap II : 4 Tower Kondominium Middle-Up Grade, Tahap III : 4 Tower High End Luxury Suites dan Tahap IV terdiri dari 1 Gedung Perkantoran dan 1 Gedung Hotel Bintang 4.

Ground breaking tahap 1 rencananya akan dilakukan 21Juli 2018 dan penyelesaian Tahap 4 dijadwalkan pada tahun 2024. Untuk tahap I rencananya akan dibangun empat tower apatermen dengan total 2.200 unit dan 90 unit ruko. "Kami akan melakukan penjualan perdana saat ground breaking)," katanya.

Sakura Garden City menyediakan berbagai tipe, mulai dari tipe studio hingga apartemen dengan tiga kamar tidur dan juga tipe loft mulai dari 29.9 m2 sampai 176 m2. Harga jualnya sekitar Rp 20 juta/meter persegi.

Menurut Edward Sinanta, Direktur SGC, proyek apatermen yang dipersiapkan membidik kalangan milenal berusia 20-35 tahun yang bekerja di Jakarta, namun belum memiliki tempat tinggal. Selain itu, kelas menengah dan atas di Jakarta, namun masih tinggal di pinggiran Ibu Kota.

Diakuinya harga hunian di Jabodetabek naik rata-rata 20% per tahun, melebihi kenaikan rata-rata pendapatan pekerja 10% per tahun. Kondisi ini mengakibatkan generasi milenial kesulitan memiliki rumah. "Kami tidak hanya memilirkam profit semata, tapi juga kepentingan sosial membantu kalangan milenial memiliki rumah," katanya.

Rencananya, SGC akan menawarkan skema pembayaran yang membantu kalangan milenial seperti tenor sampai 20 tahun. Selain itu, harga apartemen yang ditawarkan berkisar Rp 20 juta per meter persegi, tergolong murah untuk kawasan Jakarta, bila dibandingkan dengan kawasan Bekasi atau Tangerang yang harganya bisa lebih mahal. "Cicilannya bisa dibuat sekitar Rp 4-5 jutaan per bulan," katanya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Sakura Garden City Bidik Generasi Milenial. Please share...!

Back To Top