The NextDev 2018 Dorong Munculnya Startup Muda di Indonesia Timur

The NextDev 2018 dorong munculnya Startup Muda di Indonesia Timur


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Masih rendahnya peserta yang mendaftar pada early stage startup The NextDev 2018 dari wilayah Indonesia Timur, Telkomsel memperluas pesertanya bukan saja dari kalangan mahasiswa, tapi juga para anak muda putus sekolah yang memiliki ide-ide cemerlang yang bisa menjadi solusi di daerahnya.

Maka itu Telkomsel meluncurkan turunan program The NextDev yaitu The NextDev on The Mission. Walau begitu mereka harus lebih dulu lulus tes matematika dan logika untuk bisa masuk program ini. Dipaparkan Denny Abidin, GM External Corporate Communications Telkomsel,  dari data distribusi kepesertaan The NextDev, dari sejumlah 4.091 early stage startup di Indonesia yang terdaftar, hanya 9,93%-nya yang berasal dari Indonesia Timur. Sebagian besar early stage startup yang mendaftar di The NextDev berasal dari kawasan Indonesia Barat. Total jumlah startup di Jawa dan Sumatera yang mendaftar masing-masing mencapai 69,4% dan 16,7%. "Sedangkan, jumlah pendaftaran di daerah Indonesia Timur didominasi oleh Sulawesi dengan angka 7,5%. Jika ditotal dengan Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara pun, yang masing-masing hanya berkontribusi sebesar 0,1%, 0,2%, dan 2,4%, jumlah pendaftaran dari Indonesia Timur tidak mencapai angka 10%," katanya menyayangkan.

Pria yang akrab disapa Abe ini  melanjutkan hasil survei yang dilakukan pihaknya di kalangan anak muda di Indonesia Timur ditemukan fakta bahwa banyak dari mereka ingin keluar dari kondisi saat ini dan melakukan perubahan. "Terlihat dari jawaban-jawaban bebas mereka yang mengatakan ingin seperti Nadim --pendiri Go-Jek, dan tokoh-tokoh muda startup lain. Kami melihat, potensi itu bisa saja muncul tidak banyak di kalangan mahasiswa, tapi juga para anak muda putus sekolah karena kondisi ekonomi," imbuhnya.

Mengusung tema “Bridge The Gap, Evolve The Nation!”, Telkomsel The NextDev on The Mission memiliki misi untuk mewujudkan dan memperkuat ekosistem digital, mendorong pengembangan dan kemandirian generasi muda, serta meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. Disusun sesuai dengan panduan United Nations mengenai Global Goals for Sustainable Development Growth, Telkomsel The NextDev on The Mission juga berfokus pada beberapa poin pengembangan masyarakat, seperti good health and well-being, quality education, decent work and economic goals, hingga sustainable cities and communities.

Program Telkomsel The NextDev on The Mission akan mengikutkan 30 peserta ke dalam sebuah kurikulum berbasis pengetahuan koding dan pengembangan aplikasi digital selama 30 hari di Kupang dan Ambon pada semester kedua 2018. Pemuda-pemudi Indonesia Timur yang memiliki antusiasme tinggi dan rasa haus akan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi digital menjadi audiens sasaran Telkomsel The NextDev on The Mission.

Untuk lebih jauh lagi menebar manfaat bagi masyarakat di Indonesia Timur, Telkomsel juga akan mengadakan sesi talkshow yang akan diisi oleh pembicara inspiratif dalam rangkaian acara The NextDev on The Mission 2018 di Kupang dan di Ambon.

The NextDev on The Mission merupakan program turunan The NextDev yang juga berorientasi pada segmen edukasi digital, khususnya bagi pemuda-pemudi lokal di Indonesia Timur. Membawa semangat perubahan dan inovasi yang dibawa oleh The NextDev sebagai program induknya, The NextDev on The Mission juga berharap agar dapat menciptakan dampak sosial yang positif di Indonesia Timur.

Berangkat dari hal tersebut,  pada tahun ke-4 pelaksanaannya ini Telkomsel The NextDev akan melengkapi generasi muda Indonesia Timur dengan kemampuan-kemampuan yang relevan untuk berkreasi menciptakan produk digital yang tepat guna melalui program The NextDev on The Mission 2018.

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel, Tubagus Husniyullah mengamini selama ini pihaknya melihat kepesertaan anak muda dari Indonesia Timur pada ajang The NextDev masih sangat minim, yang bisa dilihat sebagai  adanya kebutuhan minat dan pengembangan kapabilitas digital di sana. "The NextDev merupakan program CSR yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu sesuai tren dan perkembangan startup yang makin meluas. Di tahun keempat ini, kami tentu ingin program ini makin luas melahirkan solusi digital terutama dari anak muda di daerah, untuk daerahnya," terangnya.

Ia mencontohkan salah satu startup yang kini pengembangannya sedang didukung Telkomsel secara intens hasil The NextDev adalah Habibi Garden. Startup yang fokus di digital agrikultur ini oleh Telkomsel didukung pengembangan bibit unggul dengan digital di dua lokasi yaitu Garut dan Lampung. "Untuk Garut sedang dikembangkan bibit unggul kentang yang semua proses pengembangannya dengan digital, dan Lampung yang sudah proses tanam dan akan segera panen untuk tanaman melon dan cabai," terangnya.

Telkomsel The NextDev sendiri merupakan sebuah platform pencarian dan pengembangan early stage startup teknologi terbaik saat ini di Indonesia telah berlangsung sejak April dan akan berakhir di Oktober 2018. Yang pemenangnya menurut Denny bukan saja bisa mendapat kesempatan belajar di Silicon Valley, juga mendapat akses bertemu investor.

Melalui The NextDev, Telkomsel ingin menghadirkan solusi-solusi digital bagi berbagai masalah yang ada di Indonesia. Di dalam kegiatan The NextDev Talent Scouting, Telkomsel mencari startup-startup terbaik yang mampu menghadirkan dampak sosial yang positif bagi masyarakat Indonesia. Kemudian dengan The NextDev Academy, Telkomsel mewadahi para startup-startup terbaik tersebut agar dapat berkembang menjadi startup yang lebih mantap, mandiri, dan berkelanjutan, baik dari segi bisnis maupun dari segi dampak sosial. (sd)
Labels: IPTEK

Thanks for reading The NextDev 2018 Dorong Munculnya Startup Muda di Indonesia Timur. Please share...!

Back To Top