Modern Industrial Estate Agresif Bidik Investor Korsel

Moderncikande Industrial Estate membidik pasar Korea Selatan 


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Modern Industrial Estat (MIE) terus membidik investor asing untuk masuk ke Kawasan industri Moderncikande Industrial Estate, Banten. Anak usaha PT Modernland Realty Tbk tersebut kini agresif merangsek ke Korea Selatan (Korsel) setelah ke Tiongkok dan Taiwan.

Menurut Pascall Wilson, direktur utama PT Modern Industrial Estat, meski kondisi ekonomi global belum sepenuhnya membaik, nilai investasi Korsel ke Indonesia tahun ini diperkirakan masih cukup besar. Investasi Korsel tahun ini diproyeksikan tetap menempati urutan ketiga terbesar di Indonesia. Besarnya realisasi investasi Korsel di Indonesia tahun ini diharapkan terus berlanjut dan bertumbuh seiring dengan penanaman investasi di sektor-sektor industri bernilai tambah. Selain itu, investasi yang sudah ditanamkan saat ini diharapkan terus diperluas guna membantu Indonesia meningkatkan devisa hasil ekspor.

“Peluang inilah yang coba ditangkap oleh PT Modern Industrial Estat,” katanya di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Untuk mempermudah para calon investor dalam memperoleh informasi yang akurat dan tepat tentang kawasan industri Moderncikande, MIE membuka kantor perwakilan dengan menggandeng perusahaan asal Korsel yang bergerak di bidang manufaktur dan properti dalam hal pemasaran dan konsultasi bagi calon investor dari Korsel. Pihak MIE dan Modern Bando Co. Ltd. juga menjajaki peluang kerja sama kawasan logistik dengan Woosung Logistic dan Pusan Newport Co. Ltd.yang nantinya melengkapi fasiltas dan infrastruktur yang ada di dalam kawasan Moderncikande Industrial Estate.

Nota kesepahaman (MoU) kedua pihak ditandatangani oleh Pascall Wilson dan Sung Gul Son, chief executive officer (CEO) Modern Bando Co Ltd. di kantor pusat Modern Bando Co Ltd, di Busan, Korea Selatan, Jumat (24/8/2018). “PT Modern Industrial Estat selaku pengembang berkomitmen untuk menyediakan lahan termasuk penyediaan berbagai sarana dan fasilitasberkualitas untuk mendukung berbagai aktifitas bisnis para tenant yang beroperasi di ModernCikande Industrial Estate," papar Pascall Wilson.

Sisa Lahan

Dari total lahan Moderncikande 3.175 hektare (ha), luas yang telah dikembangkan saat ini mencapai 40% dengan sisa cadangan lahan (landbank) sekitar 1.500-an ha. Saat ini, Moderncikande dihuni lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha. Perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan chemical, diikuti oleh perusahaan yang begerak di bidang steel, metal product & smelter serta perusahaan di bidang home & building materials.

Selain menjual kavling lahan industri siap bangun, Moderncikande juga dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan fasilitas-fasilitas pendukung serta pengaturan kawasan. Misalnya, di dalam kawasan industri telah berdiri komplek pertokoan, klinik, kantor pos, kantor perbankan, kantin dan teranyar fasilitas penginapan. Melalui anak usahanya PT Modern Asia Hotel, PT Modernland Realty Tbk, secara resmi membangun hotel baru untuk membidik tamu dari di dalam kawasan industri ModernCikande.

Pada 2018, Moderncikande Industrial Estate mulai mengembangkan Modern Halal Valley, sebuah kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia seluas 500 ha. Kawasan ini nantinya terdiri atas Halal Integrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park. Modern Halal Valley merupakan zona industri halal yang merangkul nilai-nilai Muslim, memenuhi standar tertinggi dalam hal halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Modern Industrial Estate Agresif Bidik Investor Korsel. Please share...!

Back To Top