Penerapan ERM Tingkatkan Value Added Perusahaan

(Ki-Ka) Dr Dewi Hanggraeni SE MBA (Ketua Dewan Juri), Hj Nana Irlisa Rachmadiana SSn MM (Pendiri dan Pemimpin Umum Economic Review), dan Agus Maiyo (Deputi Direktur Pengawasan Pembiayaan 2) menyerahkan penghargaan kepada perusahaan peraih Indonesia Enterprise Risk Management Award II 2018 di Ballroom Balai Kartini, Jakarta, Jumat (3/8/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Tidak dipungkiri, dunia usaha yang unggul dan memenangi persaingan dalam kancah bisnis saat ini, tidak terlepas dari penerapan manajemen risiko secara baik. Oleh karena itu, penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dalam meningkatkan value added bagi perusahaan merupakan kebutuhan dasar sehingga memiliki daya saing yang tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan shareholders wealth. Di Indonesia sendiri, telah banyak perusahaan yang telah menerapkan manajemen risiko dengan baik sehingga perusahaan tersebut bisa menjadi benchmarking bagi perusahaan lainnya.

Ketua Penyelenggara Indonesia Enterprise Risk Management Award II 2018 (IERMA II 2018) sekaligus Pendiri Indonesia-Asia Institute dan Economic Review, Hj RAy Irlisa Rachmadiana SSn MM, mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan tertinggi kepada 46 perusahaan terbaik yang telah sukses menjalankan manajemen risiko. Sehingga, perusahaan tersebut berkinerja baik, bertumbuh kembang dan menyerap lapangan kerja yang besar.

"Peraih penghargaan IERMA II 2018 yang hadir saat ini merupakan perusahaan yang terbukti memiliki sederet keunggulan, dengan menerapkan manajemen risiko dengan baik. Sehingga keteladanan perusahaan tersebut diharapkan akan menjadi banchmarking bagi dunia usaha lainnya di Indonesia menuju perusahaan kelas dunia. Melalui apresiasi ini, kami ingin perusahan-perusahaan di Indonesia semakin sukses dalam menerapkan manajemen risiko yang baik," kata Irlisa, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Irlisa menambahkan, penghargaan IERMA II 2018 diberikan atas penilaian Risk Management yang didapatkan oleh dewan juri dari data publik di tahun 2016-2017. Adapun para pemenang yang dinilai yakni perusahaan swasta, perusahaan Tbk, BUMN, BUMD, BPD, BPR, dan lain-lain. "Proses manajemen risiko dituangkan dalam kebijakan dan petunjuk teknis yang gamblang. Dimana proses manajemen risiko bila dilakukan dengan sistematis, konsisten, dengan bahasa yang sama, akan menghasilkan suatu irama manajemen risiko yang memberikan nilai tambah pada setiap rangkaian proses bisnis," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri IERMA II 2018, DR Dewi Hanggraeni SE MBA memaparkan, pengukuran penilaian manajemen risiko dalam IERMA II 2018 dilakukan melalui dua proses. Pertama, mengidentifikasi sumber risiko, mengukur besarnya risiko yang bisa diukur melalui dua dimensi yaitu dimensi frekuensi dan dimensi dampak atau impact. Kedua, kebijakan prosedur dan penetapan limit, dimana di suatu perusahaan harus ada yang mengatur kebijakannya harus bagaimana, apakah harus diasuransikan, dicatat, impactnya, siapa yang bertanggung jawabnya dan lain sebagainya.

"Untuk menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan manajemen risiko membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Di Indonesia, manajemen risiko khususnya di Perbankan dilaksanakan pada waktu terjadinya krisis pada tahun 1997-1998. Sedangkan di dunia muncul manajemen risiko pada tahun 1988 pada saat terjadinya krisis perbankan dunia," kata Dewi. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Penerapan ERM Tingkatkan Value Added Perusahaan. Please share...!

Back To Top