66 Perusahaan Indonesia Hadir di China-ASEAN Expo

Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun (kedua dari kanan)


BEIJING (IndonesiaTerkini.com)- Indonesia ikut berpartisipasi dalam China ASEAN Expo (CAEXPO) yang digelar di Nanning, Provinsi Guangxi, Tiongkok, mulai Rabu (12/9/2018).

"Setelah sukses pada pemeran sebelumnya, kali ini Pavilion Indonesia hadir lebih besar dengan luas 2.160 meter persegi dan 66 perusahaan Indonesia dari berbagai produk seperti makanan, minuman, kerajinan tangan, dekorasi rumah, furniture, pakaian, assosoris, perhiasan, dan produk spa," kata Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Senin (10/9/2018).

Djauhari mengatakan CAEXPO ini untuk ke-15 kalinya diadakan, dan akan berlangsung selama empat hari hingga 15 September. "Semoga masyarakat Nanning dan sekitarnya dapat lebih menikmati produk Indonesia yang beragam dan berkualitas," ujarnya.

Sebelumnya pada 8-11 September, Indonesia juga mengikuti China International Fair for Investment & Trade 2018 yang digelar di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok. Ragam kegiatan di Xiamen termasuk seminar, forum investasi internasional, pameran, dan simposium business matchmaking. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong beserta pihak swasta.

Dalam acara International Investment Forum CIFIT, Thomas mengatakan bahwa ancaman terbesar saat ini adalah ketergantungan yang berlebihan terhadap dolar AS sehingga memberikan beban yang berat terhadap keuangan negara berkembang -- di saat negara berkembang justru menyumbangkan 60 persen pertumbuhan ekonomi dunia. "Oleh karenanya, di tengah ketidakpastian dan tantangan yang semakin besar, merupakan hal yang mendesak bagi negara berkembang untuk secara proaktif mendiversifikasikan investasi, perdagangan dan pariwisata untuk menjauh dari dolar AS dan beralih ke mata uang lain seperti poundsterling, euro, yen, dan bahkan Renminbi," ujarnya.

Selain forum investasi internasional, dilaksanakan pula kegiatan Market Sounding atas kerjasama Konsulat Jenderal RI di Guangzhou dan BKPM di sela-sela kegiatan CIFIT, yang dibuka oleh Konjen RI Guangzhou, Gustanto.

Gustanto mengatakan, pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki iklim investasi yang diakui oleh badan-badan di dunia. Perekonomian Indonesia yang stabil dan pertumbuhan yang baik, serta adanya pembentukan Indonesia Infrastructure Guarantee Fund akan memberikan kepercayaan yang lebih baik kepada investor.

Hal lainnya yang diinisiasi pemerintah adalah pelaksanaan sistem Online Single Submission yang akan mempermudah investor dalam berinvestasi di Indonesia. Market sounding dihadiri sekitar 50 pengusaha dari berbagai perusahaan Tiongkok yang mencari kesempatan berinvestasi di Indonesia dalam berbagai sektor. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading 66 Perusahaan Indonesia Hadir di China-ASEAN Expo. Please share...!

Back To Top