Brand KULLE Gandeng Anak Difabel Hasilkan Karya Fashion Motif 'Torehan'

Rizki Ramadityo Wicaksono menujukkan hasil karya kreatifitas anak-anak difabel


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Rizki Ramadityo Wicaksono, alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra menggandeng anak difabel menghasilkan fashion bertajuk “torehan”. Karya unik yang termasuk art theraphy ini kemudian menjadi produk fashion perdana brand KULLE.

“Saya ingin mengembangkan kreatifitas teman-teman difabel agar memiliki kegiatan yang bisa berdampak positif untuk meningkatkan motorik mereka dan meningkatkan value teman-teman difabel itu sendiri," ujar pria yang akrab disapa Dio, Selasa (18/9/2018).

Awalnya karya ini lahir dari Tugas Akhir (TA) dengan judul Perancangan Komunikasi Visual Promosi Produk Fashion “KULLE”. Tak mau hanya berhenti di tempat saja, Dio kini mengembangkan karya original tersebut secara komersial hingga ke Korea. Dio mematok harga termurah yaitu T-Shirt sablon seharga Rp. 175.000,00 dan yang paling mahal adalah jas seharga Rp. 2.500.000,00. Tak hanya mementingkan komersil saja, Dio memikirkan hal lain yaitu sebanyak 35% hasil dari keuntungan akan diberikan pada anak difabel dalam bentuk donasi pendidikan berupa mengadakan kelas bersama tenaga ahli dalam bidang melukis.

Dio bekerjasama dengan lima anak difabel di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya. Sebelumnya Dio melakukan pendekatan pada mereka terlebih dahulu, kelima anak difabel ini dibiarkan bebas mengekspresikan dirinya melalui sebuah lukisan. Pada saat mengerjakan, kelima anak difabel ini diiringi dengan musik klasik untuk menenangkan pikiran. Sehingga kelima anak difabel ini dapat menyalurkan emosional mereka dalam sebuah karya “torehan”. Kemudian Dio mengolahnya menjadi beberapa motif (pattern), lalu di aplikasikan ke dalam fashion item. Motif ini sendiri merupakan susunan dari garis, ruang atau bentuk.

Total ada delapan koleksi pakaian yang dihasilkan dari motif “torehan” ini, dengan ukuran standart pakaian pada umumnya (all size, S,M,L,XL). Sebagian dari motif lukisan yang dihasilkan menggunakan warna biru yang memiliki arti agung. “Harapannya semoga apa yang diberikan dan dihasilkan oleh KULLE dapat berdampak besar di masyarakat”, urai Dio yang mendapat IPK 3,54.

“KULLE” sendiri diambil dari bahasa Makassar yang memiliki arti “bisa”, nama ini sangat cocok mengekspresikan bahwa siapapun bisa menghasilkan karya yang luar biasa asalkan ada keyakinan dalam diri sendiri bahwa yakin bisa melakukannya. Proyek social entrepreneurship yang melibatkan anak difabel ini menghasilkan fashion item ready to wear dan unisex yang tetap terlihat fashionable. (dri)
Labels: Pendidikan

Thanks for reading Brand KULLE Gandeng Anak Difabel Hasilkan Karya Fashion Motif 'Torehan'. Please share...!

Back To Top