Indonesia Syariah Fair Fokuskan Penyaluran Modal Usaha Mikro

Konferensi pers Arah Baru Keuangan Syariah, Inklusif dan Fokus pada Mikro, di Jakarta, Senin 10 September 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus melakukan upaya untuk memperkuat permodalan bagi UMKM di Indonesia, khususnya melalui skema pembiayaan syariah. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan melalui penyelenggaraan even berskala nasional, Indonesia Syariah Fair (INSYAF) yang akan digelar pada tanggal 27 hingga 29 November 2018. Penyelenggaraan INSYAF ini, rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Pembiayaan Syariah, Jaenal Aripin, mengatakan, selama ini ada asumsi lembaga keuangan syariah khususnya perbankan lebih banyak mengarah pada pembiayaan sektor usaha menengah ke atas, dan hampir mengabaikan sektor usaha mikro dan kecil.

"Arah ini kemudian menafikan para pelaku usaha mikro dan kecil, bersentuhan dengan lembaga perbankan, sehingga terkesan, lembaga keuangan bank sangat eksklusif, hanya bisa diakses para pengusaha pada level tertentu, dan tidak terbuka untuk pengusaha dari berbagai level," kata Jaenal di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurut Jaenal, dengan adanya even Indonesia Syariah Fair, diharapkan lembaga keuangan khususnya bank, mengubah arahnya dari yang lama ke arah baru dengan lebih inklusif, terbuka bagi para pengusaha dari berbagai level, termasuk juga sektor usaha mikro.

Pihaknya berharap, kalangan pengusaha mikro yang selama ini belum banyak menikmati bantuan pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan bisa terfasilitasi. "Harapan ini wajar, mengingat secara kuantitas, pengusaha mikro, menempati jumlah terbesar dari skala usaha yang ada di Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo menambahkan, penyelenggaraan INSYAF akan berfokus pada arah baru keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro, sekaligus ingin mendorong agar muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) lebih besar lagi. "Sehingga, LKMS selain berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat atau akses ke perbankan, juga bisa dijadikan sebagai instrumen keuangan, yang fokus melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha skala mikro dan kecil," jelasnya.

Menurut Braman Setyo, kebutuhan permodalan bagi pengusaha dari skala mikro, kecil, menengah sampai besar diharapkan bisa terlayani oleh lembaga keuangan. "Efek positifnya, lembaga keuangan bisa lebih inklusif karena bisa diakses oleh masyarakat dari seluruh kalangan," tandasnya. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Indonesia Syariah Fair Fokuskan Penyaluran Modal Usaha Mikro. Please share...!

Back To Top