Semester I, Modernland Realty Kantongi Marketing Sales Rp 2,50 Triliun

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menggelar Public Expose di Hotel Novotel Gajah Mada, Jakarta, Jumat (28/9). Tampak dalam gambar: Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, William Honoris (ketiga kanan) didampingi Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, Freddy Chan (kedua kanan) dan Direktur PT Modernland Realty Tbk., Dharma Mitra (pertama kanan) sedang berpose bersama saat acara pemaparan kinerja perusahaan (Public Expose) 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mengumumkan capaian marketing sales (pra-penjualan) senilai Rp 2,50 triliun sepanjang semester I-2018. Perseroan juga berhasil menjual lahan senilai Rp 1,15 triliun kepada PT Waskita Modern Realti, yang merupakan perusahaan patungan 40:60 antara PT Bagasasi Inti Pratama (anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk) dengan PT Waskita Karya Realty.

Proyek kerja sama ini akan mengembangkan sebuah kota mandiri dengan mengusung konsep Toll-Road City (TRC) yang kelak akan terintegrasi langsung dengan ruas Tol Tanjung Priok-Cibitung, serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas transportasi dan sarana pendukung lainnya.

Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, William Honoris, mengatakan, hingga posisi per 30 Juni 2018, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,40 triliun, yang mengalami penurunan sebesar Rp 37,63 miliar atau 2,62 persen bila dibandingkan dengan posisi per 30 Juni 2017 sebesar Rp 1,43 triliun. "Penurunan ini dikarenakan menurunnya volume penjualan atas rumah tinggal dan ruko, akan tetapi diimbangi oleh penjualan atas lahan perseroan yang meningkat jika dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya," kata William Honoris, Jumat (28/9/2018).

Sementara, laba bersih yang dibukukan perseroan per 30 Juni 2018 sebesar Rp 181,49 miliar, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar Rp 43,08 miliar atau 31,12 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 138,41 miliar. Peningkatan atas laba bersih ini sebagian besar disebabkan karena penurunan beban usaha serta beban keuangan perseroan.

Pada semester I, perseroan melalui anak perusahaannya, PT Mitra Sindo Sukses, berhasil meluncurkan apartemen pertamanya di Jakarta Garden City bertajuk Cleon Park. Berada di area premium Jakarta Garden City (JGC), apartemen ini memiliki banyak keunggulan seperti ukuran yang lebih luas dibandingkan dengan tipe apartemen yang dipasarkan pengembang lain saat ini. Sampai dengan saat ini semua unit apartemen tersebut telah terjual habis.

Pada semester I, perseroan melalui anak perusahaannya PT Modern Asia Hotel juga telah melakukan Ceremonial Opening Hotel Swiss-Belinn ModernCikande Banten, dan prosesi Grand Opening Hotel tersebut dilaksanakan pada akhir September 2018. "Perseroan tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan dan penyediaan lahan industri dengan melakukan penjualan produk hunian di Jakarta Garden City, Jakarta Timur dan penjualan lahan industrial melalui proyek Kawasan Industri ModernCikande yang terletak di Serang, Banten," kata William Honoris.

Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, Freddy Chan, menambahkan, untuk kedepan, perseroan optimistis kinerja akan terus membaik. Hal ini didasari antara lain kebutuhan akan hunian yang besar. Pertambahan penduduk di wilayah Jabodetabek mencapai 600.000 orang per tahun dimana penduduk kawasan ini per tahun 2017 telah mencapai 28 juta jiwa. "Kemampuan swasta memasok kebutuhan perumahan hanya sekitar 40 persen. Sedangkan pemerintah hanya mampu memasok 20 persen. Dengan demikian 40 persen kebutuhan perumahan tidak dapat dipenuhi, dimana kekurangan rumah di kawasan Jabodetabek telah mencapai hingga 1,4 juta unit," jelasnya.

Freddy menambahkan, penjualan properti sepanjang semester I tahun 2018 tercatat mengalami pertumbuhan meskipun banyak pihak menyebutkan bahwa sektor properti masih mengalami stagnansi. Permintaan properti untuk kelas menengah ke bawah pada semester I masih mendominasi sektor properti, dimana segmen ini diisi oleh pasar end user dan real buyer.

Pada semester I tahun 2018, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan relaksasi Loan to Value (LTV) yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan kredit KPR perbankan menjadi 13 persen hingga 14 persen secara tahunan. Angka proyeksi pertumbuhan KPR di tahun ini diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2017 sebesar 10,53 persen yoy. "Kebijakan tersebut kami harapkan mampu mendorong daya konsumsi rumah tangga karena harga beli properti menjadi lebih terjangkau," kata Freddy Chan. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Semester I, Modernland Realty Kantongi Marketing Sales Rp 2,50 Triliun. Please share...!

Back To Top