Tetra Pak Index Paparkan Tren Belanja Konsumen di Indonesia

Perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman terdepan di dunia, Tetra Pak, merilis ‘Tetra Pak Index’, riset tahunan yang diadakan di beberapa negara termasuk Indonesia guna mempelajari tren belanja pangan di era omnichannel (kombinasi online dan offline), Rabu (5/9/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan serta minuman terdepan di dunia, Tetra Pak, merilis ‘Tetra Pak Index’, riset tahunan yang diadakan di beberapa negara termasuk Indonesia guna mempelajari tren belanja pangan di era omnichannel (kombinasi online dan offline), serta bagaimana pengalaman tersebut dapat menghadirkan kesempatan unik bagi industri makanan dan minuman.

Riset yang memasuki tahun ke-11 ini juga menjelaskan pentingnya peranan kemasan produk dalam perjalanan belanja konsumen di era pemasaran berbasis omnichannel ini.

Untuk mampu bersaing di era omnichannel, para pengusaha harus berusaha untuk menawarkan pengalaman berbelanja secara online yang dipersonalisasi untuk para konsumennya. Salah satu aktivitas belanja online yaitu belanja makanan dan minuman secara online (e-grocery), kini dipandang sebagai katalis untuk transformasi e-commerce yang lebih luas. Cara belanja e-grocery pun kian digemari di seluruh dunia sesuai dengan hasil riset Tetra Pak Index 2018.

E-grocery telah dipandang sebagai sebagai cara belanja baru yang menyegarkan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan belanja pangan secara offline. Jenis produk tersedia dan dapat diakses secara online kurang lebih sama dengan yang ditawarkan di toko-toko, termasuk makanan dan minuman dalam kemasan.

“Berdasarkan riset Tetra Pak Index di Indonesia, sebanyak 1,2% konsumen di Jakarta telah berbelanja pangan secara online pada 2016 dan angka ini diharapkan untuk terus tumbuh hingga 5,4% pada 2030. Sementara itu, kegiatan belanja di pasar tradisonal mungkin diprediksi menurun pada 2030 menjadi 46,6% dari sebelumnya di angka 56,3% pada 2016,” ujar Gabrielle Angriani, communications manager Tetra Pak Indonesia, Rabu (5/9/2018).

Selain membahas tentang tren e-grocery, hasil riset Tetra Pak Index juga memberikan wawasan tentang empat faktor utama yang mempengaruhi pasar e-grocery, yaitu kemudahan, teknologi dan kinerja yang terus mengubah rantai pasokan (supply chain), keberlanjutan, serta personal dan unik.

“Riset kami membuktikan, daya tahan dan efisiensi kemasan menjadi persyaratan penting dalam kegiatan belanja online. Bahkan, hasil riset menunjukkan, kemasan yang efisien secara berat maupun ruang dapat memberikan pengurangan volume transportasi sebesar 30-50%,” tambah Gabrielle. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Tetra Pak Index Paparkan Tren Belanja Konsumen di Indonesia. Please share...!

Back To Top