Undang Peneliti Produk Halal Jepang dan Malaysia, Halal Center UNAIR Adakan Konferensi Internasional

Universitas Airlangga melalui Halal Center (Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal) membuka konferensi internasional bertajuk 1st International Conference on Halal Research and Product Development (ICHRPD 2018) pada Rabu siang (26/9/2018) di Hotel Wyndham, Surabaya. Sesuai dengan agenda, konferensi itu digelar selama dua hari, yaitu mulai Rabu (26/9/2018) sampai Kamis (27/9/2018)


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Universitas Airlangga melalui Halal Center (Pusat Riset dan Pengembangan Produk Halal) membuka konferensi internasional bertajuk 1st International Conference on Halal Research and Product Development (ICHRPD 2018) pada Rabu siang (26/9/2018) di Hotel Wyndham, Surabaya. Sesuai dengan agenda, konferensi itu digelar selama dua hari, yaitu mulai Rabu (26/9/2018) sampai Kamis (27/9/2018).

Konferensi internasional yang kali pertama digelar Halal Center UNAIR itu, mengangkat tema "Insight of Halal Lifestyle and Product Development". Terdapat 34 pembicara dalam konferensi itu, mereka berasal dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Di antaranya, berasal dari Takushoku University, Japan; Universiti Teknologi Malaysia (UTM); dan MSU, Malaysia. Juga berasal dari Institut Sepuluh Nopember; IAIN Surakarta; Universitas Gadjah Mada; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang; Universitas Diponegoro; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Negeri Semarang; Institut Pertanian Bogor; dan Universitas Brawijaya. Termasuk dari UNAIR dan Sultan Agung Islamic Hospital.

Hadir sebagai pengisi keynote speech KH M. Cholil Nafis, LC., MA., Ph.D. dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dia menyampaikan paparan berjudul The Concept of Halal Toyyiba and Its Application.

Menurutnya, konsep halal dan haram dalam Islam bukan hanya berfokus pada masalah makanan dan minunan. Bukan hanya berpatok pada kondisi baik dan buruk. Namun, konsep halal haram mencakup segala sesuatu yang dekat dengan aktivitas manusia. Tujuan dari pada itu adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Halal pasti berhubungan dengan muslim. Dan, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Itulah kenapa penelitan terkait hal itu sangat penting dilakukan.

Hadir pula pembicara dari tiga negara, yaitu Jepang, Malaysia, dan Indonesia. Yakni, Director Shariah Researcher Institute Takushoku University Japan, Nordeen Nobuo Mori; Norhidayu Muhammad Zain dari Islamic Civilization Academy, Universiti Teknologi Malaysia (UTM); dan Direktur Halal Center UNAIR Mustofa Helmi Effendi.

Nordeen menyampaikan, predikat halal sangat penting. Bukan hanya ditujukan wajib bagi muslim. Sebab, lanjut dia, halal dalam sudut pandang Islam atau agama sebagai amalan beragama yang wajib dan bernilai pahala. Namun, di sisi sains, kandungan produk halal itu memang berkondisi baik dan memberikan dampak yang positif pada tubuh manusia. Artinya, konsep halal itu bisa saja juga bernilai sebagai predikat baik untuk umum.

Sementara itu, Andang Miatmoko, Ph.D., D., Apt., ketua penyelengara mengatakan, konferensi tersebut, selain ajang diskusi soal riset produk halal, menjadi potensi pemicu terjadinya kerja sama antara peneliti produk halal, baik dalam maupun luar negeri, dan Halal Center UNAIR. Mengingat, Halal Center UNAIR baru diresmikan pada tahun ini. "Banyak yang belum tahu, UNAIR memiliki lembaga yang berfokus pada riset produk halal. Meski tergolong baru, Halal Center UNAIR, aktif berkomunikasi maupun mengirimkan peneliti ke Kementerian Agama terkait dengan riset produk halal," imbuhnya.

Adang menambahkan bahwa saat ini tren halal juga menyasar beberapa aspek kehidupan. Bahkan menjadi lifestyle masyarakat muslim. Karena itu, diperlukan sosialisasi dalam kerangka diskusi keilmuan soal penelitian yang berhubungan dengan produk halal di Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Salah satunya di Jepang. "Jepang menjadi salah satu negara yang berfokus pada penelitian produk halal. Meski, muslim minoritas, Jepang telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi muslim. Makanya kita perlu juga mengetahui penelitian terkait itu di sana,” katanya.

Dalam kesempatan itu pula, Direktur Halal Center UNAIR menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengimplementasian penyadaran masyarakat atas pentingnya produk halal. Hal itu sesuai dengan amanat undang-undang 33 tahun 2014 soal Jaminan Produk Halal yang akan terimplementasi pada 17 Oktober 2019. ”Sebagai bagian untuk menyiapkan hal itu, konferensi ini diperlukan sebagai upaya sosialisasi penyadaran masyarakat. Khususnya sharing dengan negara-negara maju seperti Jepang yang memberikan fokus pada produk halal,” ujarnya.

Padahal, lanjut Helmy, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Itu sangat berbeda dengan Jepang. Produk halal telah menjadi konsen di sana. Melalui konferensi tersebut, Helmy berharap Halal UNAIR mampu bermitra dengan peneliti halal lintas negara. Yang pada akhirnya, Halal Center UNAIR diharapkan menjadi referensi penelitian soal produk halal di Indonesia, bahkan internasional. Selain itu, Indonesia perlu memperluas jangkauan halal itu untuk manfaat yang lebih luas. Helmy mencontohkan penyediaan layanan halal tourism. Yakni, menyediakan layanan halal untuk turis muslim sebagai bagian dari sumber pendapatan negara melalui devisa.

”Jika itu benar-benar dipersiapkan, ini bisa menjadi sumber pendapatan negara. Makanya masyarakat perlu mengetahui terkait dengan fasilitas dan layanan semacam itu. Di sisi lain, penelitain terkait itu juga menjadi fokus yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili rektor UNAIR, Prof. Ir. Moch. Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., menyampaikan, sebagai upaya peningkatan kualitas produk halal, UNAIR sebagai universitas berpartisipasi dan berkontribusi melalui penelitian, praktisi, dan pengabdian masyarakat. Salah satunya melalui pendirian Halal Center. "Selamat mengikuti keonferensi internasional. Semoga yang kita lakukan ini mamapu memberikan kontribusi yang terbaik bagi sekitar ke depan,” ujarnya sekaligus membuka konferensi internasional tersebut. (dri)
Labels: Pendidikan

Thanks for reading Undang Peneliti Produk Halal Jepang dan Malaysia, Halal Center UNAIR Adakan Konferensi Internasional. Please share...!

Back To Top