8 Mahasiswa Palu Diterima Rektor untuk Belajar di UNAIR

Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, diterima rektor Universitas Airlangga di ruangannya, Jumat malam (26/10/2018). Ke-8 mahasiswa itu adalah korban terdampak bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala, 28 September lalu


SURABAYA (IndonesiaTerkini.com)- Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Tadulako, Palu, diterima rektor Universitas Airlangga di ruangannya, Jumat malam (26/10/2018). Ke-8 mahasiswa itu adalah korban terdampak bencana alam gempa dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala, 28 September lalu. 8 mahasiswa tersebut telah satu minggu ini menjalani sit in di UNAIR. Mereka berasal dari prodi S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, dan S1 Akuakultur.

Rektor UNAIR Prof. Moh. Nasih mengatakan, 8 mahasiswa Universitas Tadulako sudah berada di Surabaya. Semuanya sudah mengikuti perkuliahan, berjalan lancar, tempat tinggal rata-rata ada semua. Secara keseluruhan tidak ada kendala teknis.

"Semua mahasiswa yang berniat ke UNAIR kita terima dengan baik. Mereka sudah sit in dengan baik. Kita berharap program sit in ini tuntas dan sempurna sampai dengan akhir semester. Sehingga, record akademik mahasiswa bersangkutan bisa kita sampaikan pada Untad," ujarnya.

Menurutnya, jika mahasiswa yang bersangkutan ingin kuliah di UNAIR dengan sistem transfer kredit, ada mekanisme terkait hal itu. Sepanjang Untad membolehkan untuk transfer kredit di UNAIR, akan kita fasilitasi. Namun untuk dimulai semester ini tidak bisa karena perkuliahan sudah berjalan tengah semester. Semester depan bisa dimulai untuk transfer kredit. Terkait biaya perkuliahan sit in di UNAIR, semua gratis. Kalau ada kendala tempat tinggal akan kita bantu.

"Terkait bantuan pembiayaan sebesar 1 juta dari Dikti untuk korban terdampak bencana Palu-Donggala, hal itu ada mekanisme tertentu. Mahasiswa yang menjadi miskin mendadak ada mekanisme dari Dikti. Sepanjang persyaratan terpenuhi, Dikti akan membantu," lanjutnya.

Koko Putra Sikumbang adalah salah satu dari 8 mahasiswa Untad yang sudah satu minggu menjalani sit in di UNAIR. Di Untad, mahasiswa asli Palu ini mengambil prodi S1 Ilmu Hukum. Koko mengatakan, banyak pengalaman yang didapat ketika sit in di UNAIR. Materi dan pengetahuan lebih banyak. Teman-teman ramah dan baik. Pelayanan UNAIR sangat bagus untuk kami mahasiswa Untad. Tidak mempersulit.

Memurutnya, dari sekian banyak kampus yang membuka kesempatan untuk sit in, saya memilih sit in di UNAIR karena telah terakreditasi A. Serta adanya dukungan dari orang tua. Meskipun tanggal 5 November nanti dihimbau untuk kembali ke Palu, rencananya saya akan selesaikan 1 semester di sini. Pada 5 November nanti kabarnya perkuliahan di Untad sudah mulai face to face, tapi tidak semua bangunan akan digunakan. Kami juga menunggu dinas pekerjaan umum ngecek bangunan. Kabarnya sudah ada bantuan tenda untuk kegiatan belajar mengajar di sana.

"Kalau keinginan untuk transfer kredit semester depan di UNAIR, sepertinya tidak ada. Dari awal masuk Untad ditekankan Satu Untad, Satu Nafas, Satu Keluarga. Semester depan saya akan kembali ke sana. Saya sangat berterima kasih kepada UNAIR yang menerima kami berdelapan sebagai mahasiswa sit in dari Untad," katanya.

Terkait tempat tinggal mahasiswa selama sit in di UNAIR, BEM UNAIR memberikan fasilitas untuk mencarikan tempat tinggal. (dri)
Labels: Pendidikan

Thanks for reading 8 Mahasiswa Palu Diterima Rektor untuk Belajar di UNAIR. Please share...!

Back To Top