Atasi Kendala Bahasa, Dua Pemuda Ini Hadirkan Belajar Coding Gratis Berbahasa Indonesia

(Ki-Ka) Nicholas Rahardja & Marco Widodo selaku co-founder belajar coding bersama nara sumber lain saat talkshow tentang pentingnya teknologi bagi generasi muda Indonesia di Jakarta, Sabtu, (27/10/2018)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Perkembangan teknologi informasi pada saat ini telah menjadi suatu kekuatan yang mampu menguasai dunia. Negara-negara Asia seperti India, Republik Korea, dan Tiongkok juga sudah mengikuti arus ini dan mendominasi industri ini. Banyak startup yang muncul dan tumbuh dari negara-negara tersebut.

Sementara itu, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia namun dianggap masih memiliki kekurangan developer lokal yang berkualitas. Untuk mengisi kekurangan talenta tersebut, banyak startup yang kemudian lebih memilih untuk merekrut pekerja asing. Sedangkan lulusan Tehnik Informatika di Indonesia sangat banyak tiap tahunnya tapi belum tentu semuanya langsung dapat kerja atau mudah dapat kerja. Kendalanya ada pada penggunaan bahasa Inggris.

Fakta tadi mengemuka dalam acara talkshow yang digelar oleh Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta, pada Sabtu, 27 Oktober 2018. Acara tersebut menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di bidang teknologi yakni dua pendiri Belajarcoding.online yang masih berusia 17 tahun, Nicholas Rahardja dan Marco Widodo.

Pembicara lain adalah Head of Developer for Telkom Indonesia, Rony Setiawan serta Ellen dan Sally Taher dari Red and White Consulting.

Untuk mengatasi masalah terkait penguasaan bahasa Inggris yang merupakan bahasa universal untuk pengkodean yang selama ini menjadi kendala pemuda Indonesia mendalami teknologi, Nicholas Rahardja dan Marco Widodo menawarkan sebuah platform layanan dan konten Belajar Coding yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat Indonesia.

Konten dan layanan ini menyediakan pelatihan dan pendidikan tehnik informasi terutama dalam masalah pengkodean atau programming dengan bahasa Indonesia. "Bahasa Inggris adalah bahasa universal untuk pengkodean, tetapi hal tersebut masih sulit bagi sebagian orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris,” ujar Nicholas Rahardja, Co-Founder and Developer Belajar Coding. Nicholas menggambarkan bahwa untuk kode sederhana seperti ‘print’, orang perlu tahu apa artinya cetak dalam bahasa Inggris. Seorang pembicara non-Inggris harus mencoba belajar bahasa Inggris sambil menerapkan logika untuk menulis kode.

Menurutnya, akan sangat sulit untuk berkembang jika ketika belajar pengkodean harus selalu berhenti dan belajar bahasa Inggris lebih dahulu, apalagi kata-kata itu akan benar-benar di luar konteks sehingga sangat menyulitkan untuk belajar pengkodean apalagi untuk orang yang tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali. "Belajar Coding hadir untuk melayani. Yang harus mereka lakukan adalah masuk ke situs web dan mulai belajar Jave dan Python langsung di tempat. Semakin banyak latihan yang mereka lakukan semakin banyak medali yang mereka dapatkan. Kami menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mencari tahu apa yang akan memotivasi mereka untuk terus belajar” paparnya.

Sementara Marco Widodo yang juga Co-Founder Belajar Coding menambahkan, layanan ini merupakan kontribusi mereka bagi masyarakat Indonesia. “Sulit untuk memikirkan dimana untuk mulai menyelesaikan masalah kemiskinan dan kurangnya pendidikan, tetapi sekarang saya pergi tidur di malam hari, mengetahui bahwa ada seseorang di pulau terpencil yang masuk ke situs web kami dan belajar bagaimana kode dalam Bahasa Indonesia,” ungkap Marco.

Menurutnya, hanya 23 juta dari 240 juta orang di Indonesia yang berbicara bahasa Inggris, kurang dari 10%. Ini berarti 90% dari populasi mungkin kehilangan belajar cara kode.

Langkah yang akan diambil selanjutnya oleh Belajar Coding adalah menjangkau 8 juta audiens siswa melalui platform pengajaran online dan bergabung dengan organisasi yang diakui oleh UNICEF yang berfokus pada pengembangan pemuda. (ym)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Atasi Kendala Bahasa, Dua Pemuda Ini Hadirkan Belajar Coding Gratis Berbahasa Indonesia. Please share...!

Back To Top