BKKBN Ajak Duta Genre 2018 Perangi Kelahiran Remaja

Kepala BKKBN Sigit Prijohutomo (kanan) menyerahkan penghargaan kepada pemenang Duta Genre Indonesia Jalur Pendidikan 2018, di Jakarta, Selasa malam, 23 Oktober 2018


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak para Duta Generasi Berencana (Genre) tahun 2018 untuk berperan aktif memerangi jumlah kelahiran usia remaja. Sebab, angka kelahiran remaja di Indonesia masih tergolong tinggi, kendati sudah ada penurunan dibanding lima tahun lalu.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang dipublikasikan tahun 2018 memperlihatkan, jumlah kelahiran remaja masih di angka 36 per 1.000 kelahiran. Artinya, dari 1.000 perempuan yang melahirkan, 36 di antaranya berusia di bawah 19 tahun.

Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, mengharapkan para Duta Genre yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia bisa menjadi model percontohan bagi remaja lainnya. Mengajak teman sebaya untuk menghindari perkawinan dini dan perkawinan anak. Perkawinan dini menyumbang tingginya kelahiran pada remaja, dan angka stunting atau balita pendek akibat gizi kronis.

"Kami harapkan Duta Genre jadi agen perubahan bagi teman sebayanya melalui pusat informasi dan konseling remaja yang ada di sekolah dan sebagian ada di komunitas masyarakat," kata Sigit di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Juga mengajak remaja untuk membentengi diri dari dampak negatif teknologi dan informasi, seperti informasi hoaks, ujaran kebencian, dan lain-lain. Duta Genre juga harus menjadi teladan sebagai calon pemimpin yang menjaga keberagaman dan toleransi.

Sigit mengatakan, jumlah remaja atau penduduk usia 10-24 tahun berdasarkan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 pada tahun 2018 telah mencapai sekitar 66,3 juta jiwa atau sekitar 25,6 persen dari total penduduk. Remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas pada 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka. Ketika itu, remaja ini akan berusia antara 35-54 tahun, yaitu usia produktif dan menjadi aset yang luar biasa apabila dikelola dengan baik. Mereka inilah yang akan menggantikan para pemimpin sekarang ini.

Namun, menurut Sigit, tantangan dalam membina remaja Indonesia saat ini sangat tinggi karena banyaknya permasalahan remaja yang timbul mulai dari pernikahan dini, seks pranikah hingga penyalahgunaan napza, dan lain-lain. Mengantisipasi berbagai persoalan ini, BKKBN mengembangkan program Generasi Berencana (Genre). Melalui program ini, remaja dibina dan diarahkan untuk menjalani masa transisi, dan merencanakan masa depannya, mulai dari pendidikan, karir, berumah tangga, hingga menjadi anggota masyarakat.

Tahun ini, untuk ke-9 kalinya BKKBN kembali menggelar pemilihan Duta Genre Jalur Pendidikan dan Jalur Masyarakat yang diselenggarakan sejak tanggal 20-24 Oktober di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.

Menurut Sigit, pemilihan Duta Genre Nasional ini bukan hanya ceremonial belaka. Para remaja ini melalui seleksi ketat di daerah, dan yang dipilih adalah yang paling unggul baik dari ide, terobosan maupun program untuk pembangunan remaja. Mereka juga dibekali kemampuan untuk menyampaikan informasi kepada teman sebayanya tentang risiko perkawinan dini, melahirkan di usia remaja, hindari narkoba dan seks bebas. Kemampuan merencanakan masa depannya termasuk saat berkeluarga, hamil, dan mengurus anak. (ym)
Labels: Kesehatan

Thanks for reading BKKBN Ajak Duta Genre 2018 Perangi Kelahiran Remaja. Please share...!

Back To Top