Bos Bukalapak Sebut Manfaat Disrupsi Teknologi

Seminar disrupsi teknologi di sela pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali, 10 Oktober 2018


NUSA DUA, BALI (IndonesiaTerkini.com)- Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan bahwa perkembangan teknologi membawa dampak yang luar biasa bagi Indonesia. Baginya, terjadinya guncangan (disrupsi) akibat perkembangan teknologi informasi justru telah membuat anak muda dan kaum pinggiran menjadi terberdayakan.

“Ada miskonsepsi terhadap fenomena disrupsi. Disrupsi itu empowering. Ini bagus bagi anak muda sekarang dan bagi Indonesia,” ucap Zaky, saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertajuk 'Disruptive Technology and Inclusive Development - What Works?' di Auditorium Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua dalam rangkaian Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018, Rabu (10/10/2018).

Menurut Zaky, teknologi informasi membuka apa pun saat ini, termasuk peluang usaha. Banyak desa kini terhubung dengan internet dan itu membuat kalangan yang pas-pasan bisa bersaing dengan setara. Transaksi offline yang identik dengan transaksi yang kurang berkelas berubah karena mereka melakukan transaksi dengan cara online dalam memasarkan produk-produknya.

“Karena yang besar mengalami disrupsi maka ini baik bagi yang kecil. Rata-rata, warung yang menjadi mitra di Bukalapak melakukan transaksi dua kali dalam sehari. Jadi teknologi baik bagi orang kecil,” ungkapnya.

Perkembangan ini juga memberi ruang baru bagi kebanyakan orang untuk memiliki usaha sampingan. Dalam hal ini, Bukalapak memberi ruang untuk itu. “Teknologi juga membut banyak orang menjadi tambah pintar, berkat smartphone, misalnya. Mereka yang hendak melakukan transaksi mau tidak mau harus tahu bagaimana melakukan sesuatu,” imbuhnya.

Meski demikian, tetap ada catatan-catatan terhadap terjadinya disrupsi. Tetap ada yang mesti diantisipasi dari beberapa dampak yang diakibatkannya, terutama oleh para pengambil kebijakan. Tutupnya gerai-gerai karena maraknya transaksi online menjadi salah satu contohnya. Demikian juga dengan ojek dan taksi online, membuat taksi konvensional menjadi kolaps. Hal ini juga disadari oleh Zaky. "Ini mungkin salah satu sisi negatif dari disruptive technology. Tapi dunia akan sangat membosankan kiranya jika tidak ada kompetisi,” ujarnya.

Disrupsi yang disebabkan oleh teknologi memang seolah tengah memberi ruang baru bagi kaum yang selama ini marginal. Apa yang dilakukan oleh Bukalapak misalnya, menurut Zaki memang ditujukan untuk pemberdayaan terhadap mereka. Sedari awal sejak akan membangun startup yang kini memiliki valuasi 14 triliun rupiah ini, dia telah menetapkan tujuan berupa menyediakan produk dengan kualitas yang bagus dan bisa memberdayakan banyak orang miskin. “Itu yang pertama. Yang kedua, dengan teknologi, kita punya data, sementara negara tidak punya. Visi saya, saya punya data orang miskin di Indonesia,” ungkapnya.

Pentingnya data ini diamini oleh Lindsay Coates, Managing Director BRAC’s Ultra Poor Graduation Initiative yang juga menjadi salah satu pembicara dalam kesempatan tersebut. Dia memang aktif berkecimpung dalam soal-soal kemiskinan di berbagai belahan dunia. Soal data ini memang kerap menjadi kendala dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Perkembangan teknologi dengan fenomena disruptifnya telah membawa berkah dalam soal penyediaan data ini.

Terkait data ini, Zaky mengaku sudah membangun kerjasama dengan pemerintah untuk membangun sistem perpajakan yang baik. Apalagi banyak usaha-usaha kecil yang menjadi mitra dari Bukalapak. "Sudah melakukan kerjasama dengan pemerintah meskipun belum ada kebijakan yang lahir,” tutupnya. (one)
Labels: IPTEK

Thanks for reading Bos Bukalapak Sebut Manfaat Disrupsi Teknologi. Please share...!

Back To Top