Gandeng CPC Taiwan, Pertamina Perkuat Bisnis Petrokimia

PT Pertamina (Persero) dan China Petroleum Corporation (CPC), Taiwan menandatangani Framework Agreement pengembangan proyek komplek Petrokimia senilai US$ 6,49 miliar


BALI (IndonesiaTerkini.com)- PT Pertamina (Persero) dan China Petroleum Corporation (CPC), Taiwan menandatangani Framework Agreement pengembangan proyek komplek Petrokimia senilai US$ 6,49 miliar.

Nilai investasi ini merupakan investasi terbesar pada program Investasi BUMN untuk Negeri yang ditandatangani pada kegiatan Indonesian Investment Forum (IIF) di Bali. Penandatangan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan Chairman CPC Taiwan, Chein Tai, Sabtu (13/10/2018).

Kerjasama Pertamina dan CPC Taiwan dilakukan dalam bentuk pembangunan pabrik Naphtha Cracker dan unit pengembangan sektor hilir Petrokimia berskala global di Indonesia. Menteri BUMN Rini M Soemarno, mengatakan, pabrik Naphtha Cracker nantinya dapat menjadi substitusi impor sehingga berpotensi menghemat devisa negara hingga US$ 2,4 miliar per tahun. "Kami mengapresiasi penandatanganan investasi ini. Kerjasama yang saat ini dilakukan merupakan komitmen kita bersama dalam upaya mengurangi impor,” ujar Rini.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam pernyataan tertulisnya, menyebutkan Pertamina akan melakukan Revamping kilang lama serta membangun Petrokimia secara terintegrasi.

"Framework Agreement ini dilakukan guna meningkatkan yield of valuable product dari produk-produk turunan yang dihasilkan kilang Pertamina. Kerjasama ini menjadi momentum untuk memperkuat bisnis Petrokimia Pertamina,” jelasnya.

Pertamina dan CPC Taiwan mengestimasikan kajian pengembangan proyek ini menyita waktu selama 3-6 bulan yang nantinya dilanjutkan ke program pengembangan proyek. Adapun, pembangunan kilang ditargetkan selesai dalam 4-5 tahun mendatang. Kapasitas kilang petrokimia ini bisa mengolah 1 juta barel per hari. Kilang petrokimia ini bakal terintegrasi dengan kilang BBM di Balongan yang juga akan dilakukan revamping untuk memproduksi bensin berstandar Euro 4 dan Euro 5.

Proyek ini diharapkan mulai beroperasi tahun 2026 dengan skema joint venture antara Pertamina, CPC Taiwan, dan beberapa mitra hilir potensial lainnya. Pabrik Naphtha Cracker diharapkan akan memproduksi paling sedikit satu juta ton ethylene per tahun dan membangun unit hilir yang akan memproduksi produk turunan kilang lainya untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia. CPC Taiwan merupakan perusahaan milik negara Taiwan yang bergerak di bidang suplai produk perminyakan, raw and natural material untuk petrokimia. (one)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Gandeng CPC Taiwan, Pertamina Perkuat Bisnis Petrokimia. Please share...!

Back To Top