Hingga September Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp 1,850 Triliun

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet (tengah), saat menjadi pembahas pada Media Gathering bertajuk "Jasa Raharja dalam Perspektif Media" di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- Tingginya angka kecelakaan dan adanya kenaikan santunan menyebabkan penyaluran santunan Jasa Raharja hingga September 2018 meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, atau mencapai Rp 1,850 triliun. Angka ini kurang dari Rp 5 miliar dari target penyaluran santunan Rp 2,3 triliun hingga akhir tahun 2018.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet mengatakan, tingginya angka santunan Jasa Raharja tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah santunan sebesar 100 persen yang resmi berlaku pada Juni 2018 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 dan 16 Tahun 2017.

"Tunjangan kami meningkat berdasarkan PMK, untuk korban meninggal dunia dari Rp 25 juta jadi Rp 50 juta, biaya perawatan dulu maksimal Rp 10 juta sekarang Rp 20 juta, dan juga ada manfaat tambahan," ujar Budi Rahardjo, di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Budi Rahardjo menambahkan, pihaknya sesegera mungkin menyalurkan hak korban kecelakaan lalu lintas. Dari tahun ke tahun, progres kecepatan pelayanan naik signifikan. Dari awalnya target penyaluran santunan kepada korban maksimal 7 hari, dipercepat menjadi 3 hari. "Optimalisasi kecepatan terus dilakukan hingga ditargetkan menjadi maksimal 2 hari, dan terobosan terbaru, per September 2017 penyaluran santunan bisa dicapai dalam waktu maksimal 1 hari dan 4 jam," tambahnya.

Budi Rahardjo mencontohkan, pada kasus kecelakaan bus pariwisata di Cikidang, Sukabumi, yang menelan 21 orang korban meninggal, peristiwa terjadi Sabtu siang, santunan sudah bisa disalurkan pada Minggu siang di Kantor Bupati Bogor. "Kecepatan ini karena kami bergerak cepat ketika ada informasi kecelakaan," tandasnya.

Budi Rahardjo menambahkan, kerja sama yang dilakukan dengan pihak kepolisian, rumah sakit, Dukcapil, BPJS, dan BRI, membuat kecepatan pelayanan makin nyata diwujudkan. "Ketika peristiwa terjadi pada Sabtu atau Minggu, pembayaran melalui BRI tetap bisa diproses sehingga tak ada alasan untuk tidak segera menyalurkan hak masyarakat, dalam hal ini korban kecelakaan," tutupnya. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Hingga September Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp 1,850 Triliun. Please share...!

Back To Top