Ikut World Expo 2020, Indonesia Butuhkan Rp400 Miliar

Konferensi pers Road to Dubai, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis, 25 Oktober 2018

TANGERANG (IndonesiaTerkini.com)- Guna terus mendorong potensi dan peluang Indonesia di dunia, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan akan berpartisipasi sebagai salah satu dari 180 negara peserta World Expo yang akan diselenggarakan di Dubai tahun 2020. Selama enam bulan expo berlangsung mulai 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021, Pavilion Indonesia sebagai perwujudan Indonesia baru akan mempromosikan peluang berinvestasi, berbisnis, serta kerja sama di berbagai bidang seperti perdagangan, industri, edukasi, e-Commerce, perkebunan, teknologi, telekomunikasi, lingkungan, pariwisata, dan budaya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda menyampaikan, di expo yang mengangkat tema "connecting minds, creating the future" ini, Pavilion Indonesia akan mengambil luas lahan 1.860 m2 di Dubai Trade Center Jebel Ali. Pendanaan pembangunan dan penyelenggaraan Pavilion Indonesia selama Expo 2020 Dubai berlangsung akan didukung oleh sektor swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta.

"Kalau dihitung-hitung dari luasan lahan sebesar 1.860 m2, biaya yang diperlukan untuk mengikuti expo mulai dari persiapan, pelaksanaan, membangun konstruksi, mendesain konstruksi, hingga melepas konstruksinya membutuhkan dana Rp 400 miliar," kata Arlinda, di pameran Trade Expo Indonesia 2018, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/10/2018).

Karena partisipasi Indonesia di expo ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, Arlinda menyampaikan pemerintah membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pavilion Indonesia melalui berbagai paket kerja sama sponsor yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu perusahaan yang sudah menyatakan komitmennya untuk menjadi core sponsor adalah PT Astra International Tbk. "Memang tidak mudah mengumpulkan Rp 400 miliar. Dibutuhkan keikhlasan hati dari dunia usaha untuk ikut membawa nama baik Indonesia di mata dunia dalam World Expo kali ini," tuturnya.

Arlinda menyampaikan, partisipasi Indonesia dalam expo yang diselenggarakan lima tahun sekali ini merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk menunjukan peran dan potensinya di pasar global. "World Expo 2020 di Dubai ini merupakan platform yang sangat penting untuk menunjukkan masa depan Indonesia dalam perjalanannya menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.

Untuk mempersiapkan kehadiran Indonesia di World Expo 2020, Kementerian Perdagangan juga telah meluncurkan program khusus Road to Dubai di pembukaan pameran Trade Expo Indonesia 2018. Program ini bertujuan untuk menyeleksi berbagai kerja sama inovasi kelas dunia antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dengan modal kemitraan Public Private Partnership. Untuk persiapan dan pelaksanaan program Road to Dubai hingga kehadiran Pavilion Indonesia di World Expo 2020 Dubai, Kementerian Perdagangan telah menunjuk Samudra Dyan Praga sebagai pihak penyelenggara.

"Dalam dua tahun ke depan, program Road to Dubai akan melalui proses seleksi, kurasi, dan inkubasi untuk memilih program-program inovasi kelas dunia dan produk yang layak ditampilkan di Pavilion Indonesia," ujar Presiden Direktur Samudra Dyan Praga, Hariman Zagloel. (ym)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Ikut World Expo 2020, Indonesia Butuhkan Rp400 Miliar. Please share...!

Back To Top