Lewat Digitalisasi, Indo Premier Targetkan Pertumbuhan Nasabah 50%

PT Indo Premier Sekuritas resmi meluncurkan IPOTPAY di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 5 Juni 2017. Tampak Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The (tengah)


JAKARTA (IndonesiaTerkini.com)- PT Indo Premier Sekuritas bekerja sama dengan PT Bank Permata Tbk memperkenalkan metode sederhana pembukaan rekening efek saham dan reksa dana secara full digital. Dengan metode digitalisasi, Indo Premier mengharapkan pertumbuhan nasabah menjadi 280.000 atau 200% pada Oktober 2019.

“Proses digitalisasi ini diharapkan dapat mengurai salah satu hambatan utama dalam berinvestasi di Indonesia. Cara lama masih memakan waktu karena butuh komponen fisik, tatap muka, dan tanda tangan basah. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi segala sesuatu perlu ada perubahan. Harapan kami adalah cara yang lebih baik lagi,” kata President Director PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, saat meresmikan "Digitalisasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah Pertama di Indonesia" di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Moleonoto, calon investor cukup melakukan registrasi secara digital dengan mengunduh terlebih dahulu aplikasi IPOTGO dan IPOTPAY milik IndoPremier, memasukkan nomor e-KTP, mengunggah foto diri dengan memegang e-KTP dan foto spesimen tanda tangan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, nasabah akan mendapatkan rekening efek sebagai rekening transaksi, sub rekening efek (SRE) sebagai rekening penyimpanan efek, nomor SID (Single Investor Identification) serta rekening dana nasabah (RDN) yang dibukakan di Permata Bank sebagai bank RDN terdaftar untuk rekening penampungan dana.

“Saat ini, nasabah kami sekitar 140.000. Sehari rata-rata pembukaan rekening ada 100-150 akun. Jadi sebulan, itu sekitar 2.000 sampai 3.000. Tapi di luar itu, ada pula sekitar 300 rekening yang hilang. Mereka sudah isi daftar rekening, tapi tidak mau lanjut kirim dokumennya ke kami, atau susah atur waktu ketemu. Jadi hilang momentumnya. Itulah market yang mau kami tangkap,” paparnya.

Berinovasi

Hal serupa juga dikatakan Direktur Utama PermataBank Ridha DM Wirakusumah. Dikatakan, PermataBank berkomitmen untuk terus berinovasi memberikan produk dan layanan yang Simple Fast dan Reliable. PermataBank akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan mudahnya berinvestasi di efek saham dan reksa dana serta mengembangkan teknologi yang menunjang.

“Buat kami, ini bukan eksperimen. Ini adalah satu bagian dari pembangunan Bank Permata. Kini dengan kemajuan teknologi, banyak yang ingin ikut berinvestasi. Tidak dipungkiri, ini adalah salah langkah maju. Kami yakin sekali dengan teknologi yang dibangun bersama, kita bisa bangun perkembangan dunia investasi di Indonesia yang makin lama makin baik,” tambahnya.

Tanpa digitalisasi, standar industri yang lama bisa memakan waktu 2-3 hari bagi calon investor yang berbasis di Jabodetabek untuk memiliki rekening efek lengkap yang siap transaksi, dan proses tersebut bisa membutuhkan waktu 1 minggu atau bahkan lebih, bagi calon investor yang berada di luar Pulau Jawa.

“Adanya layanan Digitalisasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah dari IndoPremier Sekuritas dan Bank Permata yang memanfaatkan teknologi terkini dan data kependudukan Ditjen Dukcapil tentunya akan membuat pembukaan rekening untuk di pasar modal khususnya individu lokal menjadi lebih mudah, cepat, namun datanya tetap valid,” tambah Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi.

IndoPremier Sekuritas dan Bank Permata memanfaatkan teknologi untuk penggunaan tanda tangan secara elektronik dan video call untuk pengganti face to face. Akibat pemanfaatan teknologi tersebut, tidak ada lagi dokumen hardcopy yang perlu disampaikan oleh calon Investor kepada IndoPremier Sekuritas dan Bank Permata. Terobosan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan efisiensi Pembukaan Rekening Efek melalui layanan Digitalisasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah.

“Biasanya membuka rekening di pulau Jawa butuh waktu 2 sampai 4 hari dan di luar Jawa bisa seminggu. Kini bisa dikejar, satu jam saja sudah bisa buka rekening dana dan bisa langsung transaksi. Tentunya terobosan ini adalah simplikasi pembukaan rekening nasabah yang sesuai aturan pasar modal. Tidak hanya cepat, tapi juga sesuai aturan,” tambah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi. (sd)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Lewat Digitalisasi, Indo Premier Targetkan Pertumbuhan Nasabah 50%. Please share...!

Back To Top